Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Sebagian Pasar Banyuasri Akan Dijadikan Mall Pelayanan Publik
BERITABALI.COM, BULELENG.
Guna menarik pengunjung datang ke Pasar Banyuasri, gedung-gedung yang kosong akan dimanfaatkan sebagai Mall Pelayanan Publik (MPP). Rencana ini akan diintegrasikan dengan adanya UMKM-UMKM di sekitarnya.
“Pemikirannya seperti itu. Untuk mengundang masyarakat lebih banyak lagi datang ke Pasar Banyuasri,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (4/10/2022).
Lihadnyana menjelaskan pemikiran untuk memanfaatkan beberapa gedung yang kosong untuk MPP berangkat dari masih sepinya Pasar Banyuasri. Dengan adanya MPP ini, bisa mengundang orang banyak berkunjung ke Pasar Banyuasri.
MPP yang ada di Pasar Banyuasri akan diintegrasikan dengan penyiapan ruang-ruang untuk produk UMKM. Dengan begitu, benar-benar ramai, terpadu, dan terintegrasi. “Kita juga akan berkomunikasi dengan pengelola pasar untuk hal ini,” jelasnya.
Sebelumnya, ada rencana untuk pembangunan gedung baru untuk MPP. Namun, pemanfaatan Pasar Banyuasri ini lebih memiliki efek. Gedung-gedung megah yang masih tidak dimanfaatkan, bisa terisi oleh MPP. Kemudian, dengan adanya pelayanan satu pintu akan menarik masyarakat untuk datang. Di sekeliling MPP juga akan ada tempat untuk pemasaran produk-produk UMKM. “Sehingga, antara MPP dan produk-produk UMKM komplit menjadi satu kesatuan. Dan di bawahnya ada pasar tradisional. Pasti bermanfaat,” ucap Lihadnyana.
Lebih jauh, Lihadnyana memaparkan MPP merupakan tempat terpusat untuk pelayanan publik. Tidak lagi terpencar dan cukup di satu tempat. Melalui diintegrasikannya MPP dengan tempat pemasaran produk-produk UMKM, pengunjung juga bisa langsung melihat-lihat. Terdapat banyak produk-produk UMKM. “Akan tetapi, produk-produk UMKM belum terwadahi dengan baik,” papar pria yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali ini.
Dirinya juga akan mengecek terlebih dahulu bagaimana status dari lapak-lapak pedagang sebelumnya. Ada hak sewa dan juga perjanjian di dalamnya. Tentunya ini perlu pembahasan lebih lanjut. Sesegera mungkin ada pembahasan dan seluruh pihak duduk bersama untuk membahas pemanfaatan Pasar Banyuasri sebagai MPP. Termasuk instansi yang akan memberikan pelayanan publik. “Saya inginnya lebih cepat lebih baik,” tutup Lihadnyana.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3254 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1299 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 670 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun