Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Insan Sepakbola Buleleng Diajak Ambil Pelajaran Dari Tragedi Kanjuruhan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seluruh insan sepakbola di Kabupaten Buleleng, Bali diajak untuk mengambil pelajaran dari tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Buleleng Gede Suyasa saat ditemui usai memimpin Doa Bersama “Tragedi Duka Mendalam Persepakbolaan Indonesia di Kanjuruhan Malang” yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Selasa (4/10/2022).
Suyasa menjelaskan tragedi yang terjadi di Kanjuruhan merupakan duka yang mendalam bagi seluruh insan persepakbolaan nasional. Tidak terkecuali di Kabupaten Buleleng. Semuanya ikut bersedih dan prihatin. Ini dikarenakan sebuah pertandingan sepakbola diharapkan bisa menghibur. Bisa meningkatkan sportivitas dan profesionalisme dalam berolahraga. “Namun, ini malah menimbulkan korban jiwa yang begitu banyak. Tragedi Kanjuruhan mungkin juga yang pertama memakan korban hingga ratusan,” jelasnya.
Oleh karena itu, doa bersama digelar sebagai bentuk rasa kebersamaan sebagai sesama warga bangsa. Diharapkan kejadian ini tidak terulang lagi. Tragedi Kanjuruhan bisa menjadi bagian dari kewaspadaan bersama insan sepakbola khususnya di Kabupaten Buleleng. “Jika ada perhelatan sepakbola, menjadi pelajaran yang berharga agar semua bisa mengendalikan diri,” ujar Suyasa.
Suyasa pun mengatakan setiap pertandingan pasti akan menghasilkan menang dan kalah. Hal itu yang harus disadari. Tapi yang terpenting seharusnya adalah bagaimana jika kalah meningkatkan kemampuan. Jikamenang menjaga performa yang dimiliki. Supaya tidak jumawa dan lupa diri. Kemampuan itu yang diperlukan sebagai bahan edukasi bersama.
“Sebagai warga bangsa, saya pikir doa bersama ini merupakan implementasi dari sikap-sikap itu. Bahwa kita juga ikut merasakan duka, prihatin, dan sangat menyayangkan kejadian ini terjadi,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng ini.
Senada dengan Suyasa, Koordinator Brigaz Bali (salah satu elemen pendukung Bali United) di Buleleng Made Suprapta yang turut hadir menyebutkan bahwa tragedi ini adalah kesedihan semua masyarakat pecinta bola. Ini terlihat dari banyaknya korban yang jatuh. Ia juga mengharapkan kejadian ini tidak terjadi lagi.
“Kejadian ini pembelajaran kita sebagai suporter. Lebih dewasa dan antar suporter saling menjaga persaudaraan. Ini hal yang sangat pahit bagi kami lapisan suporter. Semoga ke depan tidak ada lagi tragedi seperti ini,” sebut dia.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8265 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5712 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3569 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2416 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar