Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Apa Yang Dimaksud dengan Kampanye U = U?

Seksologi dr. Oka Negara, FIAS

Senin, 10 Oktober 2022, 07:06 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/Apa Yang Dimaksud dengan Kampanye U = U?

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Seseorang bertanya tadi, apa benar seorang yang mengidap HIV dan telah minum obat, akan bisa sembuh dan tidak menularkan HIV nya ke orang lain? 

Dan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kampanye U=U? Sesungguhnya pernyataan serupa juga sering kali ditanyakan, misalnya; Apakah seorang pengidap HIV atau AIDS bisa sembuh? Apakah ada obat buat menyembuhkan HIV? Dan beragam pertanyaan serupa.

Banyak yang belum tahu perkembangan terakhir, bahwa pengobatan HIV sudah dapat diberikan kepada siapapun orang yang HIV positif. Nama jenis obatnya adalah ARV atau Anti Retro Viral. 

Pengobatan ARV yang efektif akan dapat menurunkan jumlah virus HIV dalam darah orang yang HIV positif. Dan jika setelah menjalankan pengobatan jumlah virus dalam darah turun jumlahnya, bahkan sampai dengan tidak terdeteksi keberadaan virus dalam darah, maka itu sudah dapat dianggap tidak lagi dapat menularkan HIV ke orang lain. 

Tentu saja itu adalah sesuatu yang menggembirakan. Ini yang dikenal dengan istilah U=U atau ‘Undetectable = Untransmittable’. Dalam bahasa Indonesia bisa disebut dengan “Tidak Terdeteksi sama dengan Tidak Menular.”

Pengobatan ARV yang efektifakan sanggup menekan jumlah virus HIV di dalam darah dapat tidak terdeteksi sama sekali di dalam darah, dengan kata lain jumlahnya nihil atau sangat sedikit. 

Inilah kondisi yang disebut dengan ‘Tidak Terdeteksi’. 

Atau viral load-nya tidak terdeteksi. Tetapi perlu diketahui, jika hasil viral load adalah tidak terdeteksi, bukan berarti seorang pengiap HIV sudah sembuh. Jika seorang pengidap HIV berhenti minum obat ARV, viral load akan melonjak naik dan menjadi terdeteksi lagi. 

Jadi sesungguhnya dengan hasil viral load yang tidak terdeteksi artinya tidak cukup jumlah HIV dalam cairan tubuh yang bisa menularkan HIV saat berhubungan seksual. Selama viral loadtetap tidak terdeteksi, peluang menularkan HIV ke pasangan seksual adalah nihil, atau nol.

Sesungguhnya dengan konsisten melakukan pengobatan HIV untuk menjaga agar viral load tidak terdeteksi sangatlah efektif sebagai cara pencegahan penularan HIV secara seksual. Ini adalah yang paling penting saat ini untuk disosialisasikan dan diinformasikan ke seluruh masyarakat. 

Ini semua akan menjadi penting dalam upaya menyelesaikan permasalahan AIDS di dunia. Jadi seseorang yang berisiko tertular HIV, misalnya melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan banyak pasangan seksua, atau melakukan tukar menukar jarum suntik sembarangan saat menggunakan narkoba, sebaiknya segera memeriksakan darahnya untuk mengetahui status HIV nya, dengan harapan misalmya terinfeksi sekalipun maka akan dapat sejak awal mengonsumsi ARV. 

ARV inilah yang nanti bakal membantu menekan viral load, sehigga tubuh tetap sehat dan kualitas hidup terjaga, dan jika akhirnya viral load menyatakan “undetectable´maka artinya sudah tidak menuarkan ke orang lain. 

Banyak orang yang HIV positif merasakan dengan tidak menularkan ke orang lain akan merasakan psikologisnya lebih bebas dan jauh dari rasa cemas dianggap sebagai pembawa virus dan harapannya juga dapat mengeliminasi stigma yang dirasakan. 

Dengan memahami hal ini dan ikut menyebarkan kabar bahwa “Tidak Terdeteksi Sama Dengan Tidak Menular’ juga memiliki sisi baik yang lain. 

Misalnya pada pasangan yang ingin memiliki keturunan. Jika ada pasangan suami istri yang salah satunya HIV positif dengan viral load tidak terdeteksi, bisa berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom untuk mendapatkan keturunan. Semoga bermanfaat.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/oka



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami