Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Makanan Pantang Untuk Penderita Diabetes
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bukan rahasia lagi, pasien diabetes wajib memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Tak cuma makanan dan minuman manis, ada beberapa makanan pantang lain bagi pasien diabetes.
Diabetes adalah kondisi kronis saat tubuh kelebihan kadar gula darah. Memantau jumlah karbohidrat dan skor indeks glikemik (GI) dari makanan yang dikonsumsi dapat membuat pengendalian diabetes jadi lebih mudah.
Indeks glikemik sendiri memberikan peringkat makanan berdasarkan bagaimana makanan tersebut dapat memengaruhi gula darah.
Dokter spesialis anak Kurniawan Satria Denta mengatakan bahwa beras ataupun buah juga kaya karbohidrat dan dapat memiliki skor GI yang tinggi. Penderita diabetes harus menghindari terlalu banyak asupan nasi dan buah dengan kandungan karbohidrat tinggi.
Beberapa buah yang tinggi karbohidrat di antaranya pisang, buah bit, apel, mangga, buah beri, dan jeruk.
Namun demikian, Denta mengatakan bahwa pada dasarnya, semua makanan yang dikonsumsi, terutama karbohidrat dan protein, bisa meningkatkan respons insulin pada tubuh.
"Meningkatnya respons insulin pada tubuh itu yang harus kita hindari. Respons insulin yang berlebihan karena terus-terusan makan yang tinggi karbohidrat cenderung meningkatkan respons insulin yang akhirnya membuat insulin lebih resisten," ucap Denta dalam diskusi virtual, beberapa waktu lalu.
Baca juga:
6 Makanan Ini Baik Untuk Kesehatan Jantung
Untuk itu, pasien diabetes perlu benar-benar memperhatikan asupannya. Alih-alih makanan kaya karbohidrat, pasien disarankan untuk fokus pada asupan serat seperti sayuran hijau.
Tak cuma itu, sebagai pengganti nasi, Anda bisa mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti ubi jalar. Yang jelas, pasien diabetes perlu menghindari makanan tinggi karbohidrat, termasuk juga yang mengandung gula alami seperti buah.
"Jadi untuk karbohidrat ataupun gula-gula alami lainnya itu tetap bisa meningkatkan risiko terkena diabetes kalau berlebihan," kata Denta.
Denta menegaskan bahwa penyakit diabetes adalah kondisi yang berjalan cukup lama. Tak jarang orang mengetahuinya terlambat.
Jika pola makan tidak dipantau, diabetes dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit kardiovaskular, kerusakan ginjal, atau infeksi pada kaki.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan