Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hari Arthritis Sedunia: Apa Beda Radang Sendi dan Nyeri Sendi?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hari Arthritis Sedunia dirayakan setiap 12 Oktober. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kewaspadaan akan arthritis atau radang sendi. Apa beda radang sendi dan nyeri sendi?
Sampai saat ini ada banyak orang yang salah sangka soal radang sendi dan nyeri sendi. Dokter Penyakit Dalam RSUP Hasan Sadikin Sumartini Dewi mengungkapkan meski sama-sama menyerang sendi, tapi keduanya adalah jenis penyakit yang berbeda.
Apa sih beda nyeri sendi dan radang sendi atau athritis ?
"Atritis berasal dari bahasa Yunani, yakni arthron yang berarti sendi dan itis yang berarti peradangan," katanya saat live instagram Radio Kesehatan, Rabu (12/10).
"Perbedaan keduanya terletak pada peradangan. Radang sendi ditandai dengan peradangan, kalau nyeri sendiri biasanya tidak ada peradangan."
Lalu apa beda radang sendi dan nyeri sendi?
1. Nama
Radang sendiri dikenal sebagai Arthritis, sedangkan nyeri sendi disebut arthralgia.
2. Gejala
Gejala arthritis ditandai dengan peradangan atau rasa nyeri yang diikuti dengan bengkak.
"Meskipun tidak ditekan akan terasa nyeri. Terkadang akan disertai panas kalau diraba," ucapnya.
"Selain itu ada juga gangguan pergerakan sendi."
Sedangkan nyeri sendi atau athralgia ditandai dengan rasa nyeri tanpa ada bengkak kemerahan di area nyeri.
Baca juga:
Benarkah Mental Gen Z Lebih Lemah?
3. Penyebab
Sumartini mengungkapkan bahwa perbedaan utama antara arthritis dengan nyeri sendi terletak pada penyebabnya.
Radang sendi atau arthritis biasanya tidak disebabkan oleh hal-hal tertentu. Namun diucapkannya, arthritis bisa disebabkan karena penyakit, misalnya asam urat.
Berbeda dengan radang sendi, nyeri sendiri disebabkan oleh beberapa hal misalnya gerakan berulang dalam jangka waktu lama. Beberapa di antaranya adalah karena menggendong, mengulek sambal.
"Intinya nyeri sendi terjadi karena gerakan berulang dan nyerinya digunakan berlebihan," katanya soal beda radang sendi dan nyeri sendi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5936 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2620 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2278 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2220 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan