Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Hari Arthritis Sedunia: Apa Beda Radang Sendi dan Nyeri Sendi?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hari Arthritis Sedunia dirayakan setiap 12 Oktober. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kewaspadaan akan arthritis atau radang sendi. Apa beda radang sendi dan nyeri sendi?
Sampai saat ini ada banyak orang yang salah sangka soal radang sendi dan nyeri sendi. Dokter Penyakit Dalam RSUP Hasan Sadikin Sumartini Dewi mengungkapkan meski sama-sama menyerang sendi, tapi keduanya adalah jenis penyakit yang berbeda.
Apa sih beda nyeri sendi dan radang sendi atau athritis ?
"Atritis berasal dari bahasa Yunani, yakni arthron yang berarti sendi dan itis yang berarti peradangan," katanya saat live instagram Radio Kesehatan, Rabu (12/10).
"Perbedaan keduanya terletak pada peradangan. Radang sendi ditandai dengan peradangan, kalau nyeri sendiri biasanya tidak ada peradangan."
Lalu apa beda radang sendi dan nyeri sendi?
1. Nama
Radang sendiri dikenal sebagai Arthritis, sedangkan nyeri sendi disebut arthralgia.
2. Gejala
Gejala arthritis ditandai dengan peradangan atau rasa nyeri yang diikuti dengan bengkak.
"Meskipun tidak ditekan akan terasa nyeri. Terkadang akan disertai panas kalau diraba," ucapnya.
"Selain itu ada juga gangguan pergerakan sendi."
Sedangkan nyeri sendi atau athralgia ditandai dengan rasa nyeri tanpa ada bengkak kemerahan di area nyeri.
Baca juga:
Benarkah Mental Gen Z Lebih Lemah?
3. Penyebab
Sumartini mengungkapkan bahwa perbedaan utama antara arthritis dengan nyeri sendi terletak pada penyebabnya.
Radang sendi atau arthritis biasanya tidak disebabkan oleh hal-hal tertentu. Namun diucapkannya, arthritis bisa disebabkan karena penyakit, misalnya asam urat.
Berbeda dengan radang sendi, nyeri sendiri disebabkan oleh beberapa hal misalnya gerakan berulang dalam jangka waktu lama. Beberapa di antaranya adalah karena menggendong, mengulek sambal.
"Intinya nyeri sendi terjadi karena gerakan berulang dan nyerinya digunakan berlebihan," katanya soal beda radang sendi dan nyeri sendi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan