Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Sekeluarga di Karangasem Diterjang Banjir, 1 Anak Meninggal
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Satu keluarga tersapu aliran banjir di Tukad Ketapang, Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada Senin pagi (17/10/2022).
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, aliran banjir secara tiba-tiba menerjang sisi rumah pasangan I Gusti Ngurah Suparta dan I Gusti Ayu Kartini yang memang berada di dekat bantaran sungai tersebut.
Saat diterjang banjir, Suparta bersama istri dan 3 orang anaknya diduga sempat terbawa derasnya aliran air bercampur lumpur tersebut saat hendak menyelamatkan diri. Namun nahasnya, dua anak mereka yaitu I Gusti Ayu Pradnya (19) dan anak bungsunya I Gusti Ngurah Wedana (9) hanyut terbawa aliran sementara orang tua dan satu anak perempuannya berhasil menyelamatkan diri.
"Kejadiannya sekitar jam 04.00 WITA tadi, aliran air hujan tiba - tiba saja menerjang, sebelumnya tidak pernah terjadi aliran hujan sampai seperti ini, " ujar Gusti Agus Wiadnyana selaku keponakan dari Gusti Ngurah Suparta.
Sementara itu, proses pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR, sekitar 1 kilometer dari rumah keluarga korban, satu korban yang hanyut bernama Gusti Ayu Pradnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan sudah dievakuasi menuju Puskesmas Selat. Sedangkan satu korban lagi yaitu Gusti Ngurah Wedana belum ditemukan. Saat ini masih dilakukan pencarian disekitar aliran sungai oleh warga dan tim SAR.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan