Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Polisi di Sukawati Tidak Disiplin Dihukum Push Up
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Saat apel di lapangan Polsek Sukawati, dilakukan pemeriksaan penegakan tertib disiplin (Gaktibplin). Kelengkapan anggota diperiksa secara mendadak. Bila kedapatan tidak disiplin, anggota langsung dihukum push up.
Kapolsek Kompol Decky Hendra Wijaya menjelaskan dalam kegiatan Gaktibplin, personel ditekankan pada kelengkapan surat-surat perorangan seperti SIM, STNK, KTP, dan surat lainya.
“Disamping surat-surat, sikap tampang personel juga dicek mulai dari kerapian rambut, pakaian dinas, dan kelengkapan bertugas seperti halnya jas hujan,” ujarnya.
Khusus jas hujan wajib dibawa selama musim hujan. “Personel dalam melaksanakan tugas di musim hujan dapat dilakukan lebih maksimal,” jelas Kapolsek.
Sementara itu, Ps. Kasi Propam Polsek Sukawati Aiptu I Nyoman Murca dalam melaksanakan Gaktibplin ini terjaring dua personel yang melakukan pelanggaran saat dilakukan pengecekan kedapatan rambut panjang dan SIM keadaan habis masa berlaku.
“Terhadap pelanggar dikenakan hukuman disiplin tindakan fisik,” jelas Aiptu Murca.
Dalam kesempatan tersebut dihimbau dalam melaksanakan tugas sesuai penegasan Kapolri. “Personel agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat menurunkan citra Polri,” tutup Ps. Kasi Propam.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 599 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 574 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 371 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun