Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Setelah 5 Tahun, Pujawali Pura Pasar Agung Kembali Nyejer 11 Hari
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setelah 5 tahun, Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Selat, Karangasem tahun 2022 akhirnya kembali dilangsungkan selama 11 hari.
Seksi Humas Pura Pasar Agung, I Wayan Suara Arsana, Selasa (25/10/2022) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, Pujawali kelima di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir kembali dilaksanakan seperti biasa yaitu selama 11 hari.
"Perlu diketahui bahwa piodalan di Pura Pasar Agung selama 5 tahun sejak 2017 hanya berlangsung sehari karena Erupsi dan Covid-19, seiring situasi yang telah membaik pada tahun 2022 ini dilaksanakan kembali seperti sebelumnya yakni 11 hari," ujarnya.
Puncak Pujawali Purnama Kelima tahun 2022 ini sesuai dengan hasil Paruman yang berlangsung hari ini, akan berlangsung pada 8 November 2022 mendatang. Adapun tahapannya akan dimulai pada 3 November 20222 dengan prosesi Ngunggah Sunari. Dilanjutkan prosesi Nuur Tirta dan Ngias Pelinggih serta Nangiang Penjor, Nuur Ida Bhatara pada tanggal 4 dan 5 November 2022.
Setelah itu, pada Minggu 6 November 2022 dilaksanakan prosesi Ida Betara Mesucian ke Toya Sah di Desa Muncan. Tanggal 7 November 2022 prosesi Mepepada wewalungan/ Menben dan Selasa 8 Nopember 2022 Ngaturang Bakti Pekelem ke Puncak Gunung Agung sekaligus puncak pujawali purnama kelima. Kemudian dilanjutkan bhakti penganyar hingga pada Sabtu 19 Nopember 2022 dilaksanakan upacara penyineb.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4398 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1735 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1493 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 979 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun