Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menteri KKP Luncurkan Program Induk Udang Vaname di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono secara resmi meluncurkan program induk udang unggul vaname yang diberi nama Nusa Dewa.
Peluncuran program induk udang yang diklaim memiliki keunggulan baik dari segi daya tahan terhadap penyakit dan adaptif terhadap kondisi cuaca dan alam Indonesia itu berlangsung pagi ini, di Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan di Desa Bugbug, Karangasem, Jumat (28/10/2022).
"Saya meyakini Indonesia kedepan akan menjadi champion, jika penelitian ini terus dilakukan, serta tumbuh investor yang bergerak di bidang indukan, saya yakin indonesia sebagai negara maritim kita akan menguasai pasar udang dunia," ujar Trenggono.
Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini adalah sebuah sejarah baru, karena untuk pertama kali Indonesia telah mampu menciptakan indukan udang Vaname yang akan menjadi salah satu program unggulan kedepannya.
Dengan adanya program ini, Trenggono menilai bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki satu kemampuan setara dengan produk aslinya yang semula di impor atau didatangkan dari negara Hawai.
"Sebentar lagi kita tidak perlu lagi mendatangkan Indukan dari luar, kita sudah bisa membuat sendiri dengan kualitas yang lebih baik dengan kateristik yang terus dilakukan penelitaian agar udang ini memiliki ketahanan terhadap penyakit yang selama ini menyerang," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan Karangasem, Wendi Tri Prabowo ditemui usai kegiatan mengatakan, yang membedakan idukan udang vaname Nusa Dewa ini disamping cepat tumbuh juga diklaim memiliki daya tahan lebih terhadap penyakit serta adaptasi terhadap lingkungan di Indonesia.
"Ini kombinasi keduanya antara daya tahan dan adiktif sehingga disebut atau balance. Kelebihan dari induk, dia adaptif terhadap kondisi alam dan perairan di Indonesia. Karena dalam budidaya dibutuhkan kepastian panen dan itu diraih oleh udang yang punya daya tahan dan adaptif. Daya tahan dari penyakit dan adaptif tahan terhadap kondisi cuaca," terang Prabowo.
Untuk produksi induk udang Nusa Dewa, dari benih sampai dengan menjadi indukan siap kirim dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk masa panennya. Sementara untuk udang konsumsi hanya dibutuhkan waktu sekitar 60 hari.
"Untuk mencetak indukan, butuh waktu hingga 4 bulan sampai siap kirim, kita atur ritmenya sehingga setiap minggu, bulan selalu tersedia, sejauh ini kami telah mengirim induk undang hingga ke beberapa wilayah di Indonesia," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan