Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Menteri KKP Luncurkan Program Induk Udang Vaname di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono secara resmi meluncurkan program induk udang unggul vaname yang diberi nama Nusa Dewa.
Peluncuran program induk udang yang diklaim memiliki keunggulan baik dari segi daya tahan terhadap penyakit dan adaptif terhadap kondisi cuaca dan alam Indonesia itu berlangsung pagi ini, di Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan di Desa Bugbug, Karangasem, Jumat (28/10/2022).
"Saya meyakini Indonesia kedepan akan menjadi champion, jika penelitian ini terus dilakukan, serta tumbuh investor yang bergerak di bidang indukan, saya yakin indonesia sebagai negara maritim kita akan menguasai pasar udang dunia," ujar Trenggono.
Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini adalah sebuah sejarah baru, karena untuk pertama kali Indonesia telah mampu menciptakan indukan udang Vaname yang akan menjadi salah satu program unggulan kedepannya.
Dengan adanya program ini, Trenggono menilai bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki satu kemampuan setara dengan produk aslinya yang semula di impor atau didatangkan dari negara Hawai.
"Sebentar lagi kita tidak perlu lagi mendatangkan Indukan dari luar, kita sudah bisa membuat sendiri dengan kualitas yang lebih baik dengan kateristik yang terus dilakukan penelitaian agar udang ini memiliki ketahanan terhadap penyakit yang selama ini menyerang," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan Karangasem, Wendi Tri Prabowo ditemui usai kegiatan mengatakan, yang membedakan idukan udang vaname Nusa Dewa ini disamping cepat tumbuh juga diklaim memiliki daya tahan lebih terhadap penyakit serta adaptasi terhadap lingkungan di Indonesia.
"Ini kombinasi keduanya antara daya tahan dan adiktif sehingga disebut atau balance. Kelebihan dari induk, dia adaptif terhadap kondisi alam dan perairan di Indonesia. Karena dalam budidaya dibutuhkan kepastian panen dan itu diraih oleh udang yang punya daya tahan dan adaptif. Daya tahan dari penyakit dan adaptif tahan terhadap kondisi cuaca," terang Prabowo.
Untuk produksi induk udang Nusa Dewa, dari benih sampai dengan menjadi indukan siap kirim dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk masa panennya. Sementara untuk udang konsumsi hanya dibutuhkan waktu sekitar 60 hari.
"Untuk mencetak indukan, butuh waktu hingga 4 bulan sampai siap kirim, kita atur ritmenya sehingga setiap minggu, bulan selalu tersedia, sejauh ini kami telah mengirim induk undang hingga ke beberapa wilayah di Indonesia," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun