Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
50 Rudal 'Bom' Ukraina Sehari, Putin Ancam Lebih Banyak Lagi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia kembali menggempur Ukraina Senin waktu setempat. Setidaknya lebih dari 50 rudal menyerbu seluruh negeri, sesama bekas Uni Soviet itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri mengatakan serangannya itu adalah balasan terhadap serangan armada Rusia di kota Krimea, Sevastopol, Sabtu. Ia memperingatkan Rusia bisa melakukan lebih dari serangan Senin.
"Bukan hanya itu yang bisa kami lakukan," tegasnya.
Ia pun menyinggung lagi soal rencana damai namun menyindir Ukraina. Ia mengatakan untuk membuat proposal perdamaian setidaknya harus ada dua belah pihak yang mau melakukannya.
"Mereka melarang diri mereka untuk berbicara dengan kami," kata Putin lagi.
"Nah, bagaimana kita sekarang bisa mendiskusikan kemungkinan kesepakatan jika tidak ada keinginan di pihak lain untuk berbicara dengan kita?," tambahnya.
Sebelumnya sejumlah media Barat memang melaporkan serangan membabi-buta Rusia ke sejumlah kota Ukraina, termasuk Kyiv, Senin pagi. Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bukan hanya rudal, pesawat tak berawak (drone), juga ditembakkan ke berbagai wilayah di Ukraina dan merusak infrastruktur energi sipil.
"Rudal dan drone menghantam 10 wilayah, di mana 18 objek (fasilitas) rusak, sebagian besar terkait energi," katanya di Telegram.
"Ratusan pemukiman di tujuh wilayah Ukraina terputus. Konsekuensinya bisa jauh lebih buruk," tambahnya.
Meski demikian, Ukraina berdalih 44 di antaranya berhasil dijatuhkan. Semuanya disebut berhasil ditembak jatuh.
Serangan ini membuat sebagian besar ibu kota Kyiv tanpa listrik dan air. Kyivvodokanal, sebuah perusahaan utilitas yang memasok air untuk Kyiv, mengatakan pada hari Senin bahwa 80% penduduk kota saat ini tidak memiliki pasokan air.
Dalam update terbaru, perlahan listrik dan air warga mulai pulih. Namun status darurat dan pembatasan tetap diberlakukan.
Sebelumnya, pekan lalu, Rusia juga menyerbu Ukraina dengan total 300 drone Iran. Angka itu tercatat karena sebagian besar berhasil dihalau tentara Ukriana.
Namun Iran sendiri menolak tudingan tersebut. Rusia juga melakukan hal sama di PBB.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun