Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jukung Rusak Dihantam Gelombang, Nelayan di Gianyar Sulit Melaut
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gelombang tinggi di pantai Lebih pada Jumat malam lalu (28/10) menyebabkan air laut naik sampai ke simpang Lebih Jalan Bypass IB Mantra. Lima jukung nelayan pun mengalami kerusakan.
Hingga Selasa (1/11), nelayan tidak bisa melaut. Mereka terpaksa mengambil aktivitas lain. Kapolsek Gianyar Kompol I Ketut Tomiyasa mengecek kondisi nelayan yang nasibnya kurang beruntung.
“Sebagai wujud kepedulian terhadap para nelayan yang terdampak gelombang pasang, kita langsung sambangi sambil mengecek kondisi mereka dan juga kita berikan bantuan paket sembako,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, bantuan sembako yang dibagikan dapat bermanfaat meringankan beban ekonomi.
“Semoga bantuan ini sedikit tidaknya dapat meringankan beban para nelayan yang hingga belum bisa melaut karena perahu (jukung) masih dalam keadaan rusak,” ungkapnya.
Selain membagikan sembako, lanjutnya, dirinya juga mengimbau agar nelayan selalu waspada dan berhati hati terhadap lingkungan sekitar mengingat cuaca ekstrem.
“Kepada warga agar tetap waspada, seperti kita ketahui bersama cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini guna menghindari hal hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2949 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun