Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Jukung Rusak Dihantam Gelombang, Nelayan di Gianyar Sulit Melaut
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gelombang tinggi di pantai Lebih pada Jumat malam lalu (28/10) menyebabkan air laut naik sampai ke simpang Lebih Jalan Bypass IB Mantra. Lima jukung nelayan pun mengalami kerusakan.
Hingga Selasa (1/11), nelayan tidak bisa melaut. Mereka terpaksa mengambil aktivitas lain. Kapolsek Gianyar Kompol I Ketut Tomiyasa mengecek kondisi nelayan yang nasibnya kurang beruntung.
“Sebagai wujud kepedulian terhadap para nelayan yang terdampak gelombang pasang, kita langsung sambangi sambil mengecek kondisi mereka dan juga kita berikan bantuan paket sembako,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, bantuan sembako yang dibagikan dapat bermanfaat meringankan beban ekonomi.
“Semoga bantuan ini sedikit tidaknya dapat meringankan beban para nelayan yang hingga belum bisa melaut karena perahu (jukung) masih dalam keadaan rusak,” ungkapnya.
Selain membagikan sembako, lanjutnya, dirinya juga mengimbau agar nelayan selalu waspada dan berhati hati terhadap lingkungan sekitar mengingat cuaca ekstrem.
“Kepada warga agar tetap waspada, seperti kita ketahui bersama cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini guna menghindari hal hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan