Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Siap-siap Catat Waktu Gerhana Bulan Total di Bali Hari Ini
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Fenomena gerhana bulan total akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hari ini, Selasa 8 November 2022.
Berdasakan informasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), durasi penuh Gerhana Bulan Total akan terjadi selama 1 jam, 24 menit, 58 detik, dengan durasi umbral (sebagian+total) selama 3 jam, 39 menit, 50 detik.
Puncak Gerhana Bulan Total bisa disaksikan pada pukul 18.00 WIB/19.00 WITA/20.00 WIT. Gerhana Bulan Total kali ini akan memiliki lebar sebesar 1,3589 dengan jarak pusat umbra ke pusat Bulan sebesar 0,2570.
Gerhana bulan 8 November 2022 ini adalah gerhana ke-20 dari 72 gerhana bulan pada seri Saros 136 (1680-2960).
NASA menyebutkan bahwa siklus Saros adalah periode gerhana sekitar 6.585,3 hari atau sekitar 18 tahun, 11 hari, 8 jam.
Tak seperti gerhana matahari, Gerhana Bulan Total bisa dilihat langsung dengan mata telanjang. Namun demikian cuaca juga harus mendukung seperti harus cerah dan langit tak berawan.
Gerhana Bulan Total bisa dilihat lewat saluran siaran langsung (live streaming). Sehingga, masyarakat di daerah yang berawan atau hujan, tetap bisa memantau Gerhana Bulan Total secara online. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4587 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2394 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2052 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1650 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1090 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun