Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Serangan DDoS Naik 47,87 persen, Targetkan Keuangan dan Pemerintahan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dirancang untuk menghentikan situs web agar tidak berfungsi secara normal atau mengganggunya sepenuhnya.
Selama durasi serangan DDoS (yang biasanya menargetkan lembaga pemerintah, perusahaan ritel atau keuangan, media atau organisasi lain), korban berpotensi kehilangan pelanggan karena situs webnya yang tidak tersedia dan reputasi mereka menurun.
Pada Q3 2022, jumlah serangan DDoS apapun jenisnya saling berkaitan dengan periode pelaporan sebelumnya.
Menurut para ahli Kaspersky, dibandingkan dengan Q3 2021, jumlah keseluruhan serangan DDoS naik 47,87 persen, sementara jumlah serangan cerdas, atau canggih dan dilakukan secara profesional, menjadi berlipat ganda.
Apa yang membuat kuarter ketiga lebih luar biasa adalah penurunan secara terus menerus dalam serangan oleh non-profesional.
Meskipun hacktivist cukup bersemangat dan produktif dalam upaya DDoS mereka selama paruh pertama tahun 2022, di Q3 mereka beralih ke aktivitas berbahaya lainnya.
Pada Q3, jumlah serangan DDoS hacktivist cenderung nol. Sementara itu, jumlah serangan profesional berkualitas tinggi, setelah peningkatan yang signifikan di Q1, tetap pada level tinggi.
Targetnya pun menunjukkan perubahan, terutama di sektor keuangan dan pemerintahan.
Kedua fakta ini memperkuat gagasan bahwa dari musim semi hingga setidaknya akhir September ini, para profesional bekerja melawan sektor-sektor yang disebutkan, sebagaimana tercermin dalam statistik Kaspersky.
Dalam hal durasi serangan DDoS, tidak ada rekor baru: jika Q2 ditandai dengan serangan terlama yang pernah diamati, Q3 jauh lebih tenang.
Rata-rata, serangan berlangsung sekitar delapan jam, dengan yang terlama hanya di bawah empat hari.
Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, angka ini terlihat agak kecil, namun sebenarnya masih sangat besar.
Pada Q3 tahun lalu, durasi serangan DDoS diukur dalam hitungan menit, bukan jam. Situasi masih tetap menantang dalam hal ini.
Alexander Gutnikov, pakar keamanan di Kaspersky, melihat sejak akhir Februari, serangan luar biasa tinggi dilakukan para hacktivist amatir. Namun, jumlah serangan semacam ini secara bertahap menurun dan pada akhir Q3 telah kembali ke tingkat normal.
"Selama periode ini, kami mengamati banyak serangan canggih yang ditujukan untuk mencapai tujuan yang ditargetkan dengan jelas: misalnya, untuk memutus saluran media, atau bahkan menangguhkan operasi umum organisasi pemerintahan,” tutupnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun