Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Resmi Beroperasi, Segini Harga Tiket Objek Wisata Jembatan Kaca di Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Jembatan kaca yang menyambung Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati dengan Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh akhirnya diresmikan, Jumat (11/11). Mulai Sabtu (12/11) jembatan sudah bisa dimanfaatkan oleh pengunjung.
Owner jembatan kaca, Dewa Sukrawan menyatakan pengunjung yang disasar dari Asia dan domestik. Jumlah kunjungan dibatasi sekali jalan hanya 500 orang. Nanti jika wisatawan ramai, wajib menunggu.
Usaha jembatan kaca itu telah menyerap tenaga lokal dimana sesuai kesepakatan 60 persen lokal semua. DIantaranya sudah terserap 45 tenaga kerja murni dari Blangsinga dan Tegenungan.
“Mudah-mudahan dengan G20 ini menunjang wahana baru yang ada di Bali. Mudah-mudahan semua bisa membantu usaha dan wisata di Bali,” pintanya.
Dia berharap delegasi G20 bisa mampir ke jembatan kaca. Nantinya pihaknya akan mengembangkan swing, perosotan dan lainnya. “Kami mendukung upaya pemerintah menaikkan destinasi pariwisata,” jelasnya.
Jembatan dikerjakan hampir dua tahun karena terbentur pandemi. Mengenai tiket ada tiga variasi. Khusus warga lokal Bali membayar Rp100 ribu. Untuk domestik seharga Rp150 ribu dan wisatawan asing seharga Rp200 ribu.
“Siapapun boleh masuk, bayi, kakek boleh, sepanjang berani,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8096 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5665 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan