Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Desa Lebih Panen Perdana 5,2 Ton Padi Organik Cigelis Seluas 1 Hektar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Petani di Desa Lebih melakukan pengubinan pertanian organik di Subak Purna Jaya seluas 1 hektar. Hasil yang diperoleh cukup memuaskan, yakni 5,2 ton.
Perbekel Desa lebih, I wayan Agus Muliana, menyatakan tujuan ke pertanian organik agar ke depan hasil padi sehat.
“Kami mengedukasi petani, kami harus berjuang keras. Memang awal panen belum maksimal, namun kami beri subsidi bibit serta bubut dan pendampingan bagaimana tata cara pertanian organik,” ujar dia, Jumat (11/11).
Sumber biaya awal dari program ketahanan pangan dari dana desa. Program itu wajib dipakai dari dana desa. Padi yang panen kali ini adalah jenis cigelis. Dengan luasan 1 hektar, hasilnya tidak mengecewakan.
“Namun perlu kami evaluasi dalam pola tanam,” jelasnya.
Mengenai peranan petani, pihaknya minta dukungan petani, subak dan unsur pendukung lainnya. “Ketika padi dihasilkan, diserap dan dipasarkan, agar petani percaya diri menanam organik,” jelasnya.
Dari organik ini, dia berharap masyarakat mendukung petani organik. “Beras yang dihasilkan, agar dibeli untuk menuju pola hidup sehat. Mohon ikut support petani,” jelasnya.
Kepada pemerintah, bila ingin serius ke organik, agar meniadakan subsidi pupuk kimia. “Agar beralih subsidi pupuk organik. Apabila langkah itu diambil, maka akan mempercepat pertanian organik,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8096 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5665 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan