Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Kena Autoimun, Wayan Nata Sudah 6 Bulan Tak Bisa Mengukir
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tukang ukir asal Banjar Belaluan, Desa Singapadu, Gianyar, Wayan Nata, sejak 6 bulan lalu mengidap autoimun. Sebagai tulang punggung keluarga, kini dia tidak bisa mengukir lagi. Dia pun butuh uluran tangan para dermawan.
“Awalnya kesemutan. Kami abaikan, ternyata terus terasa lemah. Kaki saya lemah,” ujar dia.
Dia awalnya sempat berobat ke RS Prof Ngoerah Sanglah, menggunakan BPJS Kesehatan. Namun penyakit yang diderita terus memburuk.
“Menurut diagnosis dokter, kami butuh obat yang mahal, tidak bisa pakai BPJS. Namun kami tidak mampu karena obatnya mahal,” jelasnya.
Di Sanglah, hanya diberikan vitamin sesuai tanggungan BPJS. “Kontrol sebulan sekali sekalian terapi,” ujarnya.
Yang mengantarkan ke Sanglah adalah saudara. “Kalau tidak ada yang antar, kami sewa grab,” jelasnya.
Dia sudah enam bulan menderita sakit. “Tidak bisa bekerja kami. Kalau bisa kepada pemerintah, kami minta obat,” ujar dia.
Dia berharap bisa hidup normal lagi kembali beraktivitas mengukir pesanan patung. Apalagi dia punya anak sekolah. Satu anaknya duduk di bangku SMP dan satu lagi di bangku SD. Istrinya mengandalkan jualan jajan Bali. Namun hasilnya tidak banyak.
“Dapat jualan Rp 400 ribu, bahan Rp 200 ribu,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8086 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5661 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan