Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Hari Ini Biden Bertemu Perdana dengan Xi Jinping
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan bertemu langsung dengan pemimpin Cina Xi Jinping hari ini, Senin (14/11/2022). Ini merupakan pertama kalinya sejak Biden menjabat, kedua kepala negara bertemu secara langsung.
Baca juga:
Biden Disambut Tari Pendet Saat Tiba di Bali
Pertemuan tatap muka yang telah lama ditunggu-tunggu ketika hubungan antara negara adidaya itu merosot ke level terendah dalam beberapa dekade. Keduanya akan bertemu di sela-sela KTT G20, Bali.
Diyakini sejumlah hal akan dibicarakan. Mulai dari kekhawatiran AS atas Taiwan, perang Rusia di Ukraina dan ambisi nuklir Korea Utara (Korut).
Pertemuan juga dihadiri saat Biden memperoleh kemenangan di politik dalam negeri, di mana partainya Demokrat masih menguasai Senat AS di pemilu sela. Sementara Xi mengamankan masa jabatan presidenta untuk ketiga kalinya.
"Saya tahu Xi Jinping, saya menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya daripada pemimpin dunia lainnya," kata Biden kepada wartawan di Kamboja, Minggu, setelah hadir di KTT ASEAN.
"Saya selalu berdiskusi langsung dengannya. Tidak pernah ada kesalahan perhitungan tentang ... di mana kita masing-masing berdiri," tegasnya.
Sebelumnya Biden sendiri menegaskan tidak mau membuat konsesi mendasar apa pun ketika dia bertemu Xi. Namun, dia ingin kedua pemimpin itu menetapkan "garis merah" mereka dan menyelesaikan area konflik.
Biden dan Xi, yang telah mengadakan lima panggilan telepon dan video sejak Biden menjadi presiden pada Januari 2021. Mereka sendiri terakhir bertemu langsung selama pemerintahan Barrack Obama, kala Biden menjadi wakil presiden.
Hubungan AS dengan Cina berada pada titik terendah, terutama sejak kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Agustus ke Taiwan. Pulau demokrasi mengklaim berpemerintahan sendiri namun tak dialui Beijing.
"Pertemuan langsung ini memberikan kesempatan untuk meredakan ketegangan dan mencari cara untuk mengelola persaingan," kata pakar Asia di German Marshall Fund, Bonnie Glaser.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan