Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
PM Inggris Rishi Sunak ke KTT G20 Bali, Siap Damprat Cina dan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, bertolak ke Bali untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Di sana, ia akan mengonfrontasi langsung Cina dan Rusia.
Kantor PM Inggris menyatakan bahwa Sunak bertolak dari negaranya pada Minggu (13/11) waktu setempat. Menurut mereka, Sunak akan mengonfrontasi langsung perwakilan Cina dan Rusia dalam KTT tersebut.
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa Sunak akan menyerukan agar negara-negara berkembang mendapatkan akses kredit demi pertumbuhan ekonomi tanpa bergantung pada pemberi pinjaman "eksploitatif."
Inggris memang sudah sering melontarkan kritik serupa di sejumlah pertemuan G7. Ketika menyebut eksploitatif, Inggris merujuk pada Cina.
Menjelang KTT G20, Sunak menegaskan bahwa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) harus bergerak untuk mencegah "manipulasi pasar global oleh aktor-aktor jahat," yang juga merujuk pada Cina.
Tak hanya menyerang Cina, Sunak juga siap menghajar Rusia, yang diwakili Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam KTT G20 kali ini.
"Kami akan menantang rezim [Presiden Vladimir] Putin dan membahas penghinaan mereka terhadap kerja sama internasional dan penghormatan terhadap forum berdaulat seperti yang diwakili G20," ucap Sunak dalam pernyataannya pada akhir pekan lalu.
Juru bicara Sunak mengatakan bahwa di Bali, Sunak akan "berbicara dengan sekutu kami satu suara mengenai [masalah Rusia] ini."
Sunak sendiri saat ini sedang dalam tekanan karena gonjang-ganjing politik di negaranya akibat krisis ekonomi. Imbas krisis ini, Inggris sudah tiga kali ganti perdana menteri dalam setahun belakangan.
Sunak lantas menekankan bahwa negara-negara dengan perekonomian terbesar seperti para anggota G20 harus bersatu untuk menangani krisis ekonomi saat ini.
"Di G20, para pemimpin harus mengambil langkah untuk memperbaiki kelemahan sistem ekonomi internasional yang sudah dieksploitasi Putin bertahun-tahun," ucapnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan