Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
PM Inggris Rishi Sunak ke KTT G20 Bali, Siap Damprat Cina dan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, bertolak ke Bali untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Di sana, ia akan mengonfrontasi langsung Cina dan Rusia.
Kantor PM Inggris menyatakan bahwa Sunak bertolak dari negaranya pada Minggu (13/11) waktu setempat. Menurut mereka, Sunak akan mengonfrontasi langsung perwakilan Cina dan Rusia dalam KTT tersebut.
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa Sunak akan menyerukan agar negara-negara berkembang mendapatkan akses kredit demi pertumbuhan ekonomi tanpa bergantung pada pemberi pinjaman "eksploitatif."
Inggris memang sudah sering melontarkan kritik serupa di sejumlah pertemuan G7. Ketika menyebut eksploitatif, Inggris merujuk pada Cina.
Menjelang KTT G20, Sunak menegaskan bahwa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) harus bergerak untuk mencegah "manipulasi pasar global oleh aktor-aktor jahat," yang juga merujuk pada Cina.
Tak hanya menyerang Cina, Sunak juga siap menghajar Rusia, yang diwakili Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam KTT G20 kali ini.
"Kami akan menantang rezim [Presiden Vladimir] Putin dan membahas penghinaan mereka terhadap kerja sama internasional dan penghormatan terhadap forum berdaulat seperti yang diwakili G20," ucap Sunak dalam pernyataannya pada akhir pekan lalu.
Juru bicara Sunak mengatakan bahwa di Bali, Sunak akan "berbicara dengan sekutu kami satu suara mengenai [masalah Rusia] ini."
Sunak sendiri saat ini sedang dalam tekanan karena gonjang-ganjing politik di negaranya akibat krisis ekonomi. Imbas krisis ini, Inggris sudah tiga kali ganti perdana menteri dalam setahun belakangan.
Sunak lantas menekankan bahwa negara-negara dengan perekonomian terbesar seperti para anggota G20 harus bersatu untuk menangani krisis ekonomi saat ini.
"Di G20, para pemimpin harus mengambil langkah untuk memperbaiki kelemahan sistem ekonomi internasional yang sudah dieksploitasi Putin bertahun-tahun," ucapnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan