Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pujawali Tilem Kelima di Pura Dalem Harsana Pagesangan Mataram
BERITABALI.COM, NTB.
Pujawali piodalan di Pura Dalem Harsana Pagesangan, Kota Mataram, NTB, berlangsung Rabu (23/11) bertepatan pada rahina Tilem Kelima. Dihadiri krama Hindu dari 27 Banjar, Pujawali dipuput Ida Pedanda Gede Kerta Arsa dari Geria Pagesangan, Kota Mataram.
Pujawali dihadiri para Pinandita, tokoh-tokoh masyarakat krama Hindu Pagesangan, Wali Kota Kota Mataram yang diwakili Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Anggota Dewan Nengah "Ichal' Sugiarta, Kapolsek Pagesangan, dan pengurus pura serta panitia acara pujawali.
Ketua Krama Pura Dalem Pagesangan, Kompol (Purnawirawan) Wayan Wibawa menerangkan, persiapan acara pujawali sudah dilakukan sejak dua minggu sebelumnya. Melibatkan 27 Banjar pangempon Pura Dalem Harsana Pagesangan.
"Persiapan pujawali sudah kita mulai sejak dua minggu lalu. Melibatkan 27 Banjar sebagai pangempon Pura," kata Wayan Wibawa, yang juga Ketua Bendesa Adat Pagesangan.
Pada pujawali Tilem kelima ini diisi Dharma Wacana oleh Kepala Binmas Hindu Kantor Kemenag, Gde Subrata SE SAg. Pempersembahan tari Pendet yang dibawakan ibu-ibu dari Wanita Hindu Dharma Inonesia (WHDI) kecamatan, tarian sakral Topeng Sida karya ditarikan oleh Anak Agung Gde Oka MPdH. Serta tarian Rejang Canang Sari.
Lanjut sembahyang puja Tri Sandya bersama. Wayan Wibawa menerangkan, Pura Dalem Harsana Pagesangan telah ada sejak tahun 1808. Mulai mengalami pemugaran sejak tahun 1985. Dengan areal seluas lebih 1 hektare.
Terlaksananya pujawali yang berlangsung hingga malam, mendapat pengawalan dari jajaran Polsek Pagutan. Dipantau langsung oleh Kapolsek Pagutan, Iptu I Putu Sastrawan SH.
Tilem Kalima dirayakan pada sasih kalima atau bulan kelima menurut kalender Bali. Tilem merupakan perayaan bulan gelap.
Menurut Ketua Panitia Pujawali Sasih Kelima Pura Dalem Harsana Pagesangan, Pinandita Dr I Wayan Wirata M Si, pemujaan kepada gelap atau Tilem ditujukan kepada Dewa Siwa. Dalam Jnyana Sidantha disebutkan di dalam matahari ada suci, di dalam suci ada Siwa, di dalam Siwa ada gelap yang paling gelap.
"Hal itulah yang menyebabkan Tilem mendapatkan pemuliaan," jelas Rektor Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Mataram.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 577 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 448 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan