Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pasca-siswa Kesurupan, Begini Situasi Kunjungan di Oleh-oleh Blangsinga
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Heboh peristiwa kesurupan yang terjadi di parkiran oleh-oleh Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Senin lalu (14/12), ternyata tidak memengaruhi kunjungan ke pusat oleh-oleh tersebut.
Pengunjung yang datang untuk ke oleh-oleh sekaligus ke air terjun tetap normal. Tokoh masyarakat Blangsinga, Nyoman Artawa, mengakui memang ada siswa yang kesurupan di parkiran.
“Kami dengar dia injak canang dan meludahi waktu di Tanah Lot,” ujar dia.
Persoalan itu sudah selesau setelah pihak rombongan memohon maaf. “Sudah kemarin minta maaf di Tanah Lot,” jelas dia.
Namun, persoalan itu tidak memengaruhi kunjungan ke oleh-oleh khas Bali itu. “Ramai, normal,” imbuhnya.
Sementara itu, Perbekel Saba, Redhana menyatakan situasi kini sudah normal. “Normal, tidak ada gejolak apa, karena sumber kerauhannya kan dari luar Blangsinga, kebetulan kejadiannya di Blangsinga,” tutupnya.
Sebelumnya, sejumlah rombongan siswa SMP asal Jogjakarta berkunjung ke oleh-oleh itu. Di parkiran, siswa itu teriak histeris.
Pemangku setempat berusaha memerciki tirta dan warga berusaha meredam dengan menenangkan. Ada juga siswa yang dibaringkan di bale bengong.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3305 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 835 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 672 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun