Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Longsor Tutup Saluran Subak di Tampaksiring, Pembersihan Material 2,5 Jam
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Terowongan irigasi Subak Padang Sigi di Banjar Semuwuk, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar kembali tertutup longsor. Untuk mengatasi kekeringan di lahan pertanian, maka petugas BPBD Gianyar turun membersihkan material longsor, Sabtu (17/12).
Pembersihan material longsor itu berlangsung pukul 07.30. Petugas BPBD bersama warga berusaha menangani material longsor yang menutup terowongan saluran irigasi. Ketebalan longsor itu kurang lebih 4 meter.
Dengan keterampilan khusus, petugas menyemprotkan material yang menimbun menggunakan air. Tanah yang menimbun itu disemprotkan air. Kemudian, perlahan petugas mencangkul.
Akhirnya, setelah terowongan kembali terbuka, Krama subak yang ikut terlibat dalam membantu pembersihan ramai-ramai mendorong material tanah ke hilir sungai.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta seizin Kalak BPBD Ida Bagus Putu Suamba membenarkan aksi nyata BPBD di tengah masyarakat itu. “Penyebab kejadian karena kondisi tanah labil,” ujar dia.
Akhirnya, upaya membuka saluran yang tersumbat itu rampung pukul 10.00 Wita. “Tanah Longsor sudah dapat ditangani dan dibersihkan. Demikian yg dapat kami laporkan, Anggota dan armada kembali Ke Posko,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7841 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5635 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3532 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan