Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Limbah Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pakan Babi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) merekomendasikan para peternak babi di Banjar Semanik, Desa Plaga-Kecamatan Petang-Badung untuk memanfaatkan limbah kulit kopi sebagai pakan babi.
Langkah ini dalam upaya memanfaatkan Kembali limbah kulit kopi dan mengurangi pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah kulit kopi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan produksi bersih dan mengimplementasikan konsep zero waste.
“Disatu sisi limbah kulit kopi ini masih memiliki potensi yang cukup baik apabila dilakukan proses pengolahan menjadi bahan yang bermanfaat” kata Akademisi Unwar Dr. Ir. I Dewa Nyoman Sudita, M.P di sela-sela Kegiatan Kemandirian Masyarakat (KKM) program dari Ristek Dikti pada Minggu (18/12) di Petang, Badung.
Menurut Sudita yang merupakan Kaprodi Magister Sains Pertanian (MSP) Unwar, berdasarkan hasil uji laboratorium fermentasi terhadap limbah kulit kopi mampu memperbaiki kualitasnya terutama kandungan protein kasar (CP) dari 7-8% menjadi kisaran 11-17% menggunakan berberapa jenis probiotik.
Hasil uji coba pada ternak babi yang telah dilakukan bersama mahasiswa sebagai substitusi 5-10% pada pakan komersial mampu meningkatkan pertumbuhannya dan kemampuan reproduksi ternak.
Sudita menyatakan kini sedang berlangsung penelitian pada ternak ayam kampung super. Sesuai dengan tujuan dan sasaran kegiatan ini adalah penerapan hasil-hasil riset dari hasil teknologi tepat guna yang telah dilakukan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Dalam kegiatan KKM yang melibatkan kelompok tani Manik Sari yang bergerak dibidang budidaya dan pengolahan kopi juga dilakukan pendampingan dan pelatihan tentang pemanfaatan kulit kopi menjadi pupuk organik yang diberikan oleh pakar ilmu tanah dan kebuburan tanah Dr. Yohanes, dengan mencampurkan dengan bahan limbah lain seperti hasil limbah pangkasan tanaman, kotoran ternak sapi, kapur dolomit, kemudian difermentasi menggunakan EM4 dan molasis.
Yohanes mengungkapkan hasil pupuk organic dari kulit kopi ini telah diuji secara ilmiah oleh mahasiswa pada pembibitan tanaman kopi, tanaman jahe merah, dan tanaman bawang merah yang menunjukkan hasil baik. Sedangkan aspek manajemen kelompok dan peningkatan aktivitasnya, dalam kegiatan KKM telah diberikan oleh I Ketut Selamet M.Si., yang berharap kelompok ini bisa terus berkembang.
Baca juga:
Limbah Ternak Diolah Jadi Pupuk Organik Cair
Dalam kegiatan KKM ini disamping memberikan pelatihan, tim juga telah menyerahkan sumbangan beberapa sarana dan prasarana peralatan seperti : mesin coper, mesin penggiling kulit kopi, dan peralatan lain dalam pengolahan kulit kopi.
Ketua kelompok tani “Manik Sari” I Ketut Sidia menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan dari Universitas Warmadewa, dan untuk selanjutnya tetap mengharapkan pendampingan dalam kegiatan lainnya. Kelompok tani yang beranggotakan 12 orang dengan penuh semangat, dan siap bekerjasama lebih lanjut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 615 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 588 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 439 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 428 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik