Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Limbah Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pakan Babi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) merekomendasikan para peternak babi di Banjar Semanik, Desa Plaga-Kecamatan Petang-Badung untuk memanfaatkan limbah kulit kopi sebagai pakan babi.
Langkah ini dalam upaya memanfaatkan Kembali limbah kulit kopi dan mengurangi pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah kulit kopi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan produksi bersih dan mengimplementasikan konsep zero waste.
“Disatu sisi limbah kulit kopi ini masih memiliki potensi yang cukup baik apabila dilakukan proses pengolahan menjadi bahan yang bermanfaat” kata Akademisi Unwar Dr. Ir. I Dewa Nyoman Sudita, M.P di sela-sela Kegiatan Kemandirian Masyarakat (KKM) program dari Ristek Dikti pada Minggu (18/12) di Petang, Badung.
Menurut Sudita yang merupakan Kaprodi Magister Sains Pertanian (MSP) Unwar, berdasarkan hasil uji laboratorium fermentasi terhadap limbah kulit kopi mampu memperbaiki kualitasnya terutama kandungan protein kasar (CP) dari 7-8% menjadi kisaran 11-17% menggunakan berberapa jenis probiotik.
Hasil uji coba pada ternak babi yang telah dilakukan bersama mahasiswa sebagai substitusi 5-10% pada pakan komersial mampu meningkatkan pertumbuhannya dan kemampuan reproduksi ternak.
Sudita menyatakan kini sedang berlangsung penelitian pada ternak ayam kampung super. Sesuai dengan tujuan dan sasaran kegiatan ini adalah penerapan hasil-hasil riset dari hasil teknologi tepat guna yang telah dilakukan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Dalam kegiatan KKM yang melibatkan kelompok tani Manik Sari yang bergerak dibidang budidaya dan pengolahan kopi juga dilakukan pendampingan dan pelatihan tentang pemanfaatan kulit kopi menjadi pupuk organik yang diberikan oleh pakar ilmu tanah dan kebuburan tanah Dr. Yohanes, dengan mencampurkan dengan bahan limbah lain seperti hasil limbah pangkasan tanaman, kotoran ternak sapi, kapur dolomit, kemudian difermentasi menggunakan EM4 dan molasis.
Yohanes mengungkapkan hasil pupuk organic dari kulit kopi ini telah diuji secara ilmiah oleh mahasiswa pada pembibitan tanaman kopi, tanaman jahe merah, dan tanaman bawang merah yang menunjukkan hasil baik. Sedangkan aspek manajemen kelompok dan peningkatan aktivitasnya, dalam kegiatan KKM telah diberikan oleh I Ketut Selamet M.Si., yang berharap kelompok ini bisa terus berkembang.
Baca juga:
Limbah Ternak Diolah Jadi Pupuk Organik Cair
Dalam kegiatan KKM ini disamping memberikan pelatihan, tim juga telah menyerahkan sumbangan beberapa sarana dan prasarana peralatan seperti : mesin coper, mesin penggiling kulit kopi, dan peralatan lain dalam pengolahan kulit kopi.
Ketua kelompok tani “Manik Sari” I Ketut Sidia menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan dari Universitas Warmadewa, dan untuk selanjutnya tetap mengharapkan pendampingan dalam kegiatan lainnya. Kelompok tani yang beranggotakan 12 orang dengan penuh semangat, dan siap bekerjasama lebih lanjut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5899 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4627 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan