Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Geger Krematorium Penuh, Cina Ubah Cara Hitung Kematian Covid

Kamis, 22 Desember 2022, 15:21 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Geger Krematorium Penuh, Cina Ubah Cara Hitung Kematian Covid

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Cina mengubah cara penghitungan kasus kematian akibat Covid-19 ketika mencuat dugaan angka orang yang meninggal karena virus corona di Negeri Tirai Bambu meroket. Perubahan ini dilakukan setelah viral sejumlah foto menunjukkan jasad diduga pasien Covid berjajar di krematorium dan kamar mayat rumah sakit.

Seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional Cina (National Health Commission/NHC), Wang Guiqiang, mengatakan bahwa setelah metode penghitungan diganti, jumlah kematian akibat Covid langsung nihil.

Menurut Wang, metode penghitungan ini sangat berpengaruh karena sebelumnya, pihak berwenang menganggap semua orang yang meninggal ketika sedang mengidap Covid sebagai "kematian akibat Covid."

Kini, jika pasien meninggal ketika mengidap Covid varian Omicron, maka penyebab kematiannya dianggap bukan akibat corona, tapi penyakit bawaan orang itu.

"Warga manula memiliki kondisi kesehatan bawaan sebelumnya. Hanya sebagian kecil dari mereka yang meninggal karena masalah pernapasan akibat infeksi Covid," ucap Wang, seperti dikutip AFP.

Seorang ahli kesehatan global dari Dewan Relasi Luar Negeri, Yanzhong Huang, mengkritik keputusan Cina ini.

"Definisi yang hanya berfokus pada kegagalan pernapasan akan membuat banyak kematian akibat Covid tak terhitung," ucap Yanzhong.

"Definisi baru ini bertolak belakang dengan norma internasional yang diadopsi sejak pertengahan April lalu, di tengah lonjakan kasus di Shangai, di mana kematian Covid dihitung untuk semua orang yang meninggal ketika mengidap Covid."

Cina mengubah aturan penghitungan kematian ini ketika mencuat laporan yang memicu dugaan angka mortalitas akibat Covid di Negeri Tirai Bambu meroket.

Dugaan ini mencuat ketika sejumlah foto menunjukkan jenazah diduga pasien Covid-19 berjajar di kamar mayat dan lorong rumah sakit di Cina.

AFP juga melaporkan sejumlah krematorium di Beijing, Chongqing, dan Guanzhou lebih sibuk ketimbang sebelumnya.

Salah satu krematorium bahkan mengeluh kehabisan ruangan untuk menampung jenazah yang harus dikremasi.(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami