Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Geger Krematorium Penuh, Cina Ubah Cara Hitung Kematian Covid
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina mengubah cara penghitungan kasus kematian akibat Covid-19 ketika mencuat dugaan angka orang yang meninggal karena virus corona di Negeri Tirai Bambu meroket. Perubahan ini dilakukan setelah viral sejumlah foto menunjukkan jasad diduga pasien Covid berjajar di krematorium dan kamar mayat rumah sakit.
Seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional Cina (National Health Commission/NHC), Wang Guiqiang, mengatakan bahwa setelah metode penghitungan diganti, jumlah kematian akibat Covid langsung nihil.
Menurut Wang, metode penghitungan ini sangat berpengaruh karena sebelumnya, pihak berwenang menganggap semua orang yang meninggal ketika sedang mengidap Covid sebagai "kematian akibat Covid."
Kini, jika pasien meninggal ketika mengidap Covid varian Omicron, maka penyebab kematiannya dianggap bukan akibat corona, tapi penyakit bawaan orang itu.
"Warga manula memiliki kondisi kesehatan bawaan sebelumnya. Hanya sebagian kecil dari mereka yang meninggal karena masalah pernapasan akibat infeksi Covid," ucap Wang, seperti dikutip AFP.
Seorang ahli kesehatan global dari Dewan Relasi Luar Negeri, Yanzhong Huang, mengkritik keputusan Cina ini.
"Definisi yang hanya berfokus pada kegagalan pernapasan akan membuat banyak kematian akibat Covid tak terhitung," ucap Yanzhong.
"Definisi baru ini bertolak belakang dengan norma internasional yang diadopsi sejak pertengahan April lalu, di tengah lonjakan kasus di Shangai, di mana kematian Covid dihitung untuk semua orang yang meninggal ketika mengidap Covid."
Cina mengubah aturan penghitungan kematian ini ketika mencuat laporan yang memicu dugaan angka mortalitas akibat Covid di Negeri Tirai Bambu meroket.
Dugaan ini mencuat ketika sejumlah foto menunjukkan jenazah diduga pasien Covid-19 berjajar di kamar mayat dan lorong rumah sakit di Cina.
AFP juga melaporkan sejumlah krematorium di Beijing, Chongqing, dan Guanzhou lebih sibuk ketimbang sebelumnya.
Salah satu krematorium bahkan mengeluh kehabisan ruangan untuk menampung jenazah yang harus dikremasi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2314 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1942 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun