Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Modal Pinjam Nenek Kini Valuasi Rp49 Triliun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Brand Mixue Ice Cream & Tea kian viral. Bahkan sejumlah gerai Mixue Ice Cream & Tea selalu ramai oleh antrean para pengunjung.
Merek es krim asal Cina yang satu ini selalu menjadi incaran karena harganya yang murah-meriah. Untuk es krim cone saja, hanya dibanderol Rp8 ribuan.
Sedangkan, beberapa varian lain harganya pun tak lebih dari Rp25 ribuan. Dia adalah Zhang Hongchao, yang mendirikan Mixue Ice Cream & Tea ketika masih berstatus sebagai mahasiswa tahun keempat, dengan modal meminjam uang ke neneknya untuk memulai bisnis pada 1997.
Dikutip dari FoodTalks, saat itu Hongchao hanya bermodalkan uang 4.000 yuan atau sekitar Rp7 jutaan, untuk membangun bisnisnya. Setelah lulus kuliah, ia kembali ke Zhengzhou dan menemukan tempat yang tepat untuk mendirikan bisnis es serutnya.
Semua dimulai dari gerai kecil, karena modal yang dimiliki pun cukup kecil. Bisnis Hongchao berkembang pesat.
Ia yang semula menjual hanya es serut, es krim, dan smoothie, juga mulai menjual milk tea. Tiap hari Hongchao bisa mendapatkan 100 yuan.
Namun, bisnis tak selalu mulus. Hongchao juga pernah mengalami kegagalan hingga toko pertamanya harus ditutup. Namun, ia berhasil memulai bisnis kembali di tahun selanjutnya dengan nama Mixue Bingcheng.
Resep keberhasilan Mixue Ice Cream & Tea adalah harganya yang sangat kompetitif. Ketika toko lain menjual es krim sekitar 10 yuan, mereka hanya menjualnya dengan 2 yuan saja.
Selain di Indonesia, Mixue Ice Cream & Tea juga ada di Cina, Vietnam, Malaysia, dan termasuk Singapura. Pada 2022, Mixue telah membuka 20.000 outlet di Cina. Di luar negeri, jumlah outlet Mixue sudah melebihi 10.000 lokasi.
Tidak hanya gerai. Mixue ternyata juga mengoperasikan pabrik bahan baku sendiri termasuk 5 pusat pergudangan dan logistik regional.
Kini, valuasi seluruh bisnis Mixue diperkirakan mencapai US$3,17 miliar atau sekitar Rp49,54 triliun. Kabarnya, Mixue berencana melepas saham di Shenzhen dan menggalang US$ 918 juta (Rp14,3 miliar).(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli