Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Tengah Malam, Gubernur Kunjungi Pura Segara yang Temboknya Roboh
BERITABALI.COM, NTB.
Hujan deras disertai angin kencang di penghujung Desember 2022 yang melanda hampir semua wilayah di Pulau Lombok, tak hanya mengakibatkan longsor, banjir dan pepohonan tumbang di sejumlah wilayah.
Cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan abrasi dan gelombang besar yang merusak lapak usaha, rumah makan dan rumah tinggal sebagian warga pesisir pantai di Kota Mataram.
Termasuk Pura Segara Pantai Ampenan, Kota Mataram, yang tembok penyengkernya roboh sepanjang kurang lebih 50 meter. Tepatnya tembok di jabe Mandala Utama Pura Segara.
Di tengah hujan lebat dan angin kencang, pada Minggu (25/12) sekitar pukul 22.00 WITA, usai menghadiri undangan silaturahmi warga Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menuju Pondok Perasi, Pure Segara. Hujan lebat dan angin kencang tak menyurutkan langkah orang nomor satu di NTB itu membelah gelapnya malam, melihat langsung kerusakan Pura Segara tempat persembahyangan warga Hindu di Lombok tersebut.
Pura yang dibangun masa kerajaan Karangasem, Bali di Lombok tersebut terdampak gelombang tinggi dan pasang yang terjadi sejak tiga hari lalu.
Sebelum meninjau Pondok Perasi dan Mapak, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa itu terlebih dahulu melihat dampak gelombang pasang di lingkungan Kampung Bugis, Ampenan, yang bertetangga lokasinya dengan Pura Segara.
Dan sebagai tindak lanjut dari kunjungan singkat Gubernur Zul ke Pura Segara tengah malam tersebut, Senin (26/12) sejumlah pekerja membuat tanggul penahan ombak di tembok pembatas Pura Segara yang roboh di pinggiran Pantai Ampenan.
Selain di Pantai Ampenan, akibat cuaca ekstrem, kondisi parah terjadi di Pantai Mapak Indah. Belasan rumah makan dan lapak usaha yang dibangun dekat pantai porak poranda disapu gelombang dan angin kencang.
Hamparan pantai di Gading, Mapak, Loang Baloq, Tanjung Karang, Kampung Bugis, Ampenan dan sekitarnya tak lagi indah karena dipenuhi tumpukan berbagai jenis sampah yang dikirim balik oleh laut ke daratan.
Gubernur NTB menemui warga Kampung Mapak Indah, Tanjung Karang, yang baru dilanda musibah. Selain bertemu dan menyemangati warga. Zul pun memastikan warga yang rumahnya roboh sementara waktu ini ada tempat untuk tidur dan memiliki ketersediaan makanan serta keperluan lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2970 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun