Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Korban Jiwa Penumpang Minibus Isuzu di Buleleng Bertambah Jadi Tiga Orang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Korban Kecelakaan lalu lintas di lintasan Jalan Singaraja-Denpasar, Selasa 27 Desember 2022, tepatnya di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada, Buleleng bertambah.
Setelah Ketut Soma Dana (51) warga Dusun Kelodan Desa Suwug Kecamatan Sawan dinyatakan tewas di lokasi peristiwa, dua penumpang minibus isuzu juga dinyatakan kehilangan nyawa setelah mendapat penanganan di UGD RSUD Buleleng.
Dua orang yang meninggal itu diantaranya Hj. Bariyah (72) dan Ihda Niswatus Sholihah (17), keduanya warga Jalak Putih Kelurahan Banyuasri Kecamatan Buleleng, sehingga dalam musibah laka lantas minibus isuzu dengan nopol plat kuning DK 7261 VN dengan truk tronton plat kuning DK 8805 AM menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan 5 orang menjalani perawatan di RSUD Buleleng.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP I Gede Sumarjaya menyebutkan, Soma Dana dinyatakan tewas ditempat kejadian dan jenazahnya telah dibawa ke rumah duka, sementara dua orang yang dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan di RSUD Buleleng.
“Satu orang yang meninggal di tempat telah ke rumah duka di Desa Suwug, kemudian dalam perkembangannya dua orang kembali dinyatakan meninggal dunia, Hajah Bariyah mengalami, luka pada kepala, rasa sakit pada dada dan tidak sadarkan diri, sedangkan cucunya Ihda Niswatus Sholihah mengalami luka pada pelipis kanan dan pipi bengkak. Keduanya dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Medis RSUD Buleleng,” ungkap Sumarjaya.
Berdasarkan laporan Sat Lantas Polres Buleleng menyebutkan, dari 11 orang yang mendapat penanganan medis di RSUD Buleleng, 7 diantaranya dirawat secara intensif, diantaranya, Seri Yeni Andayani (49) beralamat di Jalak Putih Banyuasri mengalami patah kaki kiri dan rasa sakit pada pundak kiri.
Selanjutnya 6 warga Desa Suwug, Ketut Rawes (81) mengalami luka robek pada kepala dan luka lecet pada siku kanan, Ketut Sukranasih (31) yang merupakan istri Soma Dana mengalami sakit pada tulang rusuk kanan, Wayan Ari Astari (15) mengalami patah tangan kiri dan luka pada pelipis kanan.
Kadek Sandiada (11) mengalami luka lecet pada tangan kiri, pada wajah dan bahu kanan, luka robek pada kepala samping kiri serta luka pada punggung, Luh Putu Restiani (49) mengalami sesak pada dada, memar pada paha kanan dan sakit pada pinggang dan Komang Tri Adnyana (8) mengalami luka pada pangkal telingga kanan dan lecet pada tangan.
Dari musibah itu, tiga orang juga menjalani rawat jalan diantaranya Luh Putu Cantika (2), Ketut Edi (10) dan pengemudi isuzu Nyoman Putrawan (50), sementara satu penumpang yang tidak mengalami luka Luh Sri Antari (13), termasuk pengemudi truk tronton Hamdan (62) yang sebelumnya terjepit pada kabin truk.
Sebelumnya, dua kendaraan terlibat kecelakaan lalu lintas, dimana mobil penumpang umum Isuzu dengan nopol plat kuning DK 7261 VN menyenggol truk tronton plat kuning DK 8805 AM yang datang dari arah berlawanan hingga menyebabkan mobil Isuzu terguling.
Dari informasi dilokasi peristiwa menyebutkan, laka lantas di Desa Pancasari tersebut berawal saat Isuzu datang dari arah Denpasar menuju Singaraja menyalip mobil APV di jalan tanjakan menuju puncak wanagiri. Namun Isuzu menyenggol bagian kanan depan truk tronton hingga menyebabkan kecelakaan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1063 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 535 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 410 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun