Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
BKSDA Bali Selidiki Asal Buaya di Legian
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pengunjung dan warga digegerkan dengan temuan buaya berukuran besar berukuran 2.9 meter di Pantai Legian Bali pada Rabu, (4/1/2023) sore.
Ketua Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali, Agus Budi Santoso mengatakan saat ini buaya tersebut telah diamankan pihaknya untuk lakukan tindakan selanjutnya.
"Ya di pantai Legian ditangkap sekarang kita sudah lakukan evakuasi di BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam)," jelas Agus Budi Santoso.
Agus Budi Santoso menjelaskan tahap selanjutnya buaya tersebut akan diperiksa kesehatan oleh pihak BKSDA Bali karena pada saat ditangkap terdapat luka pada tubuh buaya tersebut.
"Untuk tahap selanjutnya kita akan lakukan eksaminasi kesehatannya dulu oleh dokter hewan selama 3 atau 4 hari karena ada dua luka satu di badan dan satu di ekor."
Selain itu, Agus Budi Santoso juga mengatakan pihaknya akan melakukan analisisa apakah buaya tersebut dari Alam liar (buaya liar) atau dari peliharaan.
"Karena sedang luka jadi akan diobati dulu sembari kita akan lakukan analisa apakah buaya ini merupakan buaya liar, dari alam liar atau buaya yang berasal dari peliharaan," pungkasnya.
Buaya tersebut diperkirakan berjenis kelamin jantan oleh pihak BKSDA Bali. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 845 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 773 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 747 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun