Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Air PDAM dan Gas LPG 3 Kg Kompak Naik, Ibu di Karangasem: Dapur Kami Tidak Baik-baik Saja
bbn/ilustrasi/Air PDAM dan Gas LPG 3 Kg Kompak Naik, Ibu di Karangasem: Dapur Kami Tidak Baik-baik Saja.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ibu rumah tangga kini nampaknya harus pintar-pintar dalam mengatur anggaran rumah tangganya. Pasalnya selain tarif air PDAM Karangasem yang disesuaikan, harga gas LPG 3 Kilogram juga bakal ikut melonjak.
Pantauan di lapangan, sejak beberapa hari terakhir ini, harga gas LPG 3 kilogram di tingkat warung (toko) mengalami lonjakan hingga Rp.2 ribu, dari harga sebelumnya Rp20 ribu kini menjadi Rp22 ribu. Kondisi ini tentunya dikeluhkan oleh sejumlah warga di Karangasem khususnya ibu-ibu rumah tangga.
"Ya nih, dapur sedang tidak baik-baik saja, baru saja ada kabar air PDAM naik, eh sekarang Gas juga ikutan naik," kata Komang Ayu salah seorang ibu rumah tangga di Karangasem saat membeli isi ulang gas pada salah satu warung, Kamis (19/1/2022).
Sementara itu, menurut Wijaya pemilik salah satu pangkalan gas di Karangasem mengatakan sejak beberapa hari ini memang terjadi kenaikan harga gas LPG untuk tabung yang berukuran 3 kilogram.
"Di tingkat agen sebelumnya kita beli Rp 14.500 sekarang naik menjadi Rp. 17.500, jadi kita di pangkalan jual ke warung Rp19 ribu," kata Wijaya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4411 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1879 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1507 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 995 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 927 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun