Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Pujawali Pura Pasek di Punduk Dawa Mesineb, Tokoh MGPSSR Ajak Semeton Guyub
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Pelaksanaan Pujawali di Pura Catur Prahyangan Ratu Pasek atau lebih dikenal Pura Pasek di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung berlangsung lancar dan sukses. Pujawali ini digelar oleh Pengurus Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, yang berlangsung pada 9 Januari dan berakhir pada 15 Januari 2023 lalu.
Ribuan umat antusias Tangkil untuk bersembahyang. Selain momen perayaan Hari Suci Kuningan, hal itu juga tidak lepas dari keputusan pemerintah yang menyetop Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK).
Ketua Panitia Pujawali - I Made Jelada, ST. berterimakasih atas atusiasme warga Pasek dari seluruh Nusantara yang hadir bersembahyang dan juga berdana punia.
"Antusias Semeton Pasek khususnya Hindu umumnya sangat luar biasa. Pengurus MGPSSR dari kabupaten/ kota, pusat dan provinsi juga hadir sejak dari persiapan hingga penyineban," ujarnya di sela penyineban berlangsung.
Antusiasme tersebut disebutnya juga bagian dari implementasi Catur Swadarmaning Pasek. Yakni Astiti Widhi atau berbakti kepada Tuhan. Bakti ring Kawitan atau memuja leluhur. Eling ring Bisama atau paham akan makna Bisama. Serta Guyub ring Semeton atau menjaga soliditas antar warga.
"Bicara Pasek tidak saja bicara warga, namun tentang persaudaraan. Dalam pujawali ini tidak saja didukung oleh Warga Pasek, namun juga klan lainnya di berbagai bidang. Juga ada Sulinggih dari klan lain turut munggah," sambungnya.
Salah satu pemedek, Nararya Narottama, bersyukur bisa rangkil untuk kesekian kalinya ke Pura Pusek di Punduk Dawa.
"Saya berharap Warga Pasek kembali lagi matur suksma kepada Ida Bhatara Kawitan karena sudah bisa menghadapi pandemi bagi seluruh masyarakat Bali, dan sekarang terlewati, pariwista sudah berputar, kembali eling generasi muda Pasek kembali jadi diri," ungkapnya.
Sementara Jero Mangku Gde I Nengah Sukartana selaku Jero Mangku Gede Kawitan Ida Bhatara Mpu Gana menegaskan, penyineban sendiri bukanlah bermakna nyineb Ida Bhatara. Namun sejatinya nyineb pralingga Ida Bhatara.
Dia menyebut bagi umat yang hendak tangkil pada hari lain dipersilakan. "Makna penyiban itu bukan Ida yang disineb, yang disineb adalah prelinggga Ida betara Kawitan," terangnya. Hal ini penting ia sampaikan agar Warga Pasek tidak keliru memaknai Penyineban.
Dia menerangkan, yang dipuja di Pura ini terdiri dari sejumlah Ida Bhatara. Antara lain yang dipuja di Utama Mandala Pura ini adalah Ida Bhatara Mpu Ghana di Meru Tumpang 3. Panca Brahmana di Meru Tumpang 5 dan Sapta Pandita di Meru Tumpang 7.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5146 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3427 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2186 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 897 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan