Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pujawali Pura Pasek di Punduk Dawa Mesineb, Tokoh MGPSSR Ajak Semeton Guyub
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Pelaksanaan Pujawali di Pura Catur Prahyangan Ratu Pasek atau lebih dikenal Pura Pasek di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung berlangsung lancar dan sukses. Pujawali ini digelar oleh Pengurus Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, yang berlangsung pada 9 Januari dan berakhir pada 15 Januari 2023 lalu.
Ribuan umat antusias Tangkil untuk bersembahyang. Selain momen perayaan Hari Suci Kuningan, hal itu juga tidak lepas dari keputusan pemerintah yang menyetop Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK).
Ketua Panitia Pujawali - I Made Jelada, ST. berterimakasih atas atusiasme warga Pasek dari seluruh Nusantara yang hadir bersembahyang dan juga berdana punia.
"Antusias Semeton Pasek khususnya Hindu umumnya sangat luar biasa. Pengurus MGPSSR dari kabupaten/ kota, pusat dan provinsi juga hadir sejak dari persiapan hingga penyineban," ujarnya di sela penyineban berlangsung.
Antusiasme tersebut disebutnya juga bagian dari implementasi Catur Swadarmaning Pasek. Yakni Astiti Widhi atau berbakti kepada Tuhan. Bakti ring Kawitan atau memuja leluhur. Eling ring Bisama atau paham akan makna Bisama. Serta Guyub ring Semeton atau menjaga soliditas antar warga.
"Bicara Pasek tidak saja bicara warga, namun tentang persaudaraan. Dalam pujawali ini tidak saja didukung oleh Warga Pasek, namun juga klan lainnya di berbagai bidang. Juga ada Sulinggih dari klan lain turut munggah," sambungnya.
Salah satu pemedek, Nararya Narottama, bersyukur bisa rangkil untuk kesekian kalinya ke Pura Pusek di Punduk Dawa.
"Saya berharap Warga Pasek kembali lagi matur suksma kepada Ida Bhatara Kawitan karena sudah bisa menghadapi pandemi bagi seluruh masyarakat Bali, dan sekarang terlewati, pariwista sudah berputar, kembali eling generasi muda Pasek kembali jadi diri," ungkapnya.
Sementara Jero Mangku Gde I Nengah Sukartana selaku Jero Mangku Gede Kawitan Ida Bhatara Mpu Gana menegaskan, penyineban sendiri bukanlah bermakna nyineb Ida Bhatara. Namun sejatinya nyineb pralingga Ida Bhatara.
Dia menyebut bagi umat yang hendak tangkil pada hari lain dipersilakan. "Makna penyiban itu bukan Ida yang disineb, yang disineb adalah prelinggga Ida betara Kawitan," terangnya. Hal ini penting ia sampaikan agar Warga Pasek tidak keliru memaknai Penyineban.
Dia menerangkan, yang dipuja di Pura ini terdiri dari sejumlah Ida Bhatara. Antara lain yang dipuja di Utama Mandala Pura ini adalah Ida Bhatara Mpu Ghana di Meru Tumpang 3. Panca Brahmana di Meru Tumpang 5 dan Sapta Pandita di Meru Tumpang 7.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun