Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ini Sumber Keyakinan BKKBN, Soal Indonesia Tak Akan Alami Resesi Seks
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Isu resesi seks yang terjadi di Korea Selatan dan Jepang membuat pertanyaan di masyarakat apakah Indonesia akan mengalami hal serupa atau tidak. Bagaimana menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)?
Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan kalau Indonesia tidak akan mengalami resesi seks. Pasalnya, angka kelahiran di Indonesia hingga kini juga masih terbilang tinggi, yaitu 2,1. Hal tersebut yang membuat Indonesia tidak akan mengalami resesi seks.
Sementara itu, Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc,Dip.Com mengatakan, di Indonesia sendiri saat ini setiap perempuan punya anak kurang lebih 2. Hal tersebut menandakan masih banyak keluarga yang memiliki keinginan punya anak.
“Jumlah anak di Indonesia setiap perempuan punya anak kurang lebih dua lebih dikit, 2,1 sekian. Artinya ini menandakan bahwa masih ada keluarga yang memiliki anak yang bisa meneruskan generasi,” ucap Dwi saat diwawancarai, Jumat (27/1/2023).
Oleh sebab itu, menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi benar. Hal ini karena didukung data yang menyebutkan kalau masih banyak keluarga ingin punya anak. Untuk Indonesia sendiri setiap tahunnya bisa ada kelahiran hingga dua juta anak.
Hal tersebut juga sangat berbeda di negara luar yang saat ini semakin menurun. Bahkan, angka tersebut sudah di bawah satu. Oleh karena itu, negara-negara tersebut angkat pertumbuhannya penduduknya semakin turun.
“Kalau di negara yang maju itu kan jumlah kelahirannya makin lama kan makin turun ya. Makin turun bahkan sudah di bawah satu rata-rata, misalnya seperti Korea, Jepang itu makin lama jumlah penduduknya makin sedikit. Kalau di kita masih bertumbuh,” jelas Dwi.
Dengan fenomena resesi seks ini, Dwi mengaku optimis kalau Indonesia tidak akan mengalaminya. Apalagi, nilai kekeluargaan Indonesia masih sangat kuat. Oleh sebab itu, keluarga biasanya memiliki keinginan untuk melanjutkan generasinya.
“Jadi sebenarnya kita masih optimis, karena di kita nilai kekeluargaan masih sangat kuat ya. Jadi keinginan generasi muda untuk membentuk keluarga masih sangat baik sehingga otomatis generasi dari generasi masih terpelihara keberadaannya,” jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5856 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan