Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 25 Juli 2026
Pengelola Ulun Danu Beratan Belum Tetapkan Target Kunjungan, Ini Alasannya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pengelola objek wisata Ulun Danu Beratan belum menetapkan target kunjungan wisatawan. Meski akhir 2022, sebanyak 450 ribu wisatawan datang ke objek wisata dengan pemandangan Pura di tengah danau itu.
"Belum kami tentukan target. Masih melihat kondisi pariwisata yang baru pulih pasca Covid-19," kata Humas Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan Made Sukarata Sabtu, (28/1).
Pada tahun lalu, kunjungan masih didominasi oleh wisatawan domestik yang merupakan rombongan pelajar saat liburan sekolah.
"Masih tetap wisatawan domestik, begitupun ketika liburan panjang," ujarnya.
Terkait dengan kunjungan wisatawan asal Tiongkok, Sukarata menyebutkan sudah mulai terlihat. Wisatawan asal negeri tirai bambu sebelum pandemi sempat menjadi yang paling banyak berkunjung ke Ulun Danu.
"Ada beberapa rombongan. Paling banyak puluhan dengan menggunakan mini bus," ujarnya.
Pada awal 2023 jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Ulun Danu Beratan mencapai angka 23 ribu lebih. Wisatawan asing mencapai angka 10 ribu.
"Manajemen masih melihat bagaimana perkembangan pariwisata. Saat ini sudah bagus dan beranjak pulih," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3822 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1490 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1470 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1422 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1319 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun