Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Demo Ricuh Tuntut Tragedi Kanjuruhan, 107 Aremania Ditahan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ratusan orang yang mengatasnamakan Arek Malang Bersatu menggelar demo di Kantor Arema FC, Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Minggu (29/1). Namun, demo berujung ricuh hingga perusakan kantor tersebut.
Mereka mendesak Arema FC bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang lebih pada awal Oktober 2022 lalu.
Massa aksi sempat diadang penjaga di Kantor Arema FC. Namun, massa tak tinggal diam hingga bentrokan terjadi. Beberapa orang terluka hingga dara bercucuran.
Mereka menyampaikan Arema tak peduli dengan para supporter. Tak lama setelah terjadi bentrokan, Satpol PP Kota Malang, Kabag Ops Polresta Malang Kota, dan Kapolsek Klojen tiba di lokasi.
Massa menolak kedatangan aparat dan meminta agar tak ikut campur. Salah satu demonstran mendesak agar Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.
Setelah kantor dirusak, manajemen PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI) Arema FC Tatang Dwi Arifianto mengatakan pihaknya terbuka untuk berdialog. Ia menyesalkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, kantor bukan hanya sebagai tempat untuk menjalankan operasional, melainkan sebagai tempat untuk berkoordinasi dengan banyak pihak.
"Manajemen selalu terbuka untuk berdialog, bahkan kami juga menerima keluh kesah Aremania. Bukan dengan cara merusak rumah kami," kata Komisaris PT AABBI Tatang Dwi Arifianto dalam rilisnya.
Tatang juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas perusak kantor dan menitipkan pesan agar aspirasi dilakukan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.
"Bagi oknum pelaku yang melakukan perusakan dan anarkisme agar tidak timbul fitnah untuk bisa diungkap. Anarkisme dan perusakan bukan karakternya Arema," ucap Tatang.
107 orang ditangkap
Di sisi lain, terdapat 3 korban luka atas kericuhan itu. Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto menyebut satu korban merupakan warga sekitar dan dua lainnya berasal dari pihak Arema FC.
"Informasi, satu warga sekitar dan dua dari pihak Arema FC yang mengalami luka," kata Budi.
Setelah melakukan penelusuran, akhirnya pihak kepolisian mengamankan 107 orang. Menurut Budi, mereka akan dipulangkan jika tak terbukti melakukan perusakan.
"Saat ini terdapat 107 orang yang diamankan diduga berada di TKP saat aksi dan masih dalam pendalaman Polresta Malang kota. Jika tidak ada kaitan dan perbuatan melawan hukum, akan kami pulangkan ke pihak keluarga," ujarnya.
Agar Kota Malang tetap kondusif, Budi juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengamanan di TKP sampai pengusutan terhadap pelaku dinyatakan selesai.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1756 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun