Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Demo Ricuh Tuntut Tragedi Kanjuruhan, 107 Aremania Ditahan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ratusan orang yang mengatasnamakan Arek Malang Bersatu menggelar demo di Kantor Arema FC, Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Minggu (29/1). Namun, demo berujung ricuh hingga perusakan kantor tersebut.
Mereka mendesak Arema FC bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang lebih pada awal Oktober 2022 lalu.
Massa aksi sempat diadang penjaga di Kantor Arema FC. Namun, massa tak tinggal diam hingga bentrokan terjadi. Beberapa orang terluka hingga dara bercucuran.
Mereka menyampaikan Arema tak peduli dengan para supporter. Tak lama setelah terjadi bentrokan, Satpol PP Kota Malang, Kabag Ops Polresta Malang Kota, dan Kapolsek Klojen tiba di lokasi.
Massa menolak kedatangan aparat dan meminta agar tak ikut campur. Salah satu demonstran mendesak agar Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.
Setelah kantor dirusak, manajemen PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI) Arema FC Tatang Dwi Arifianto mengatakan pihaknya terbuka untuk berdialog. Ia menyesalkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, kantor bukan hanya sebagai tempat untuk menjalankan operasional, melainkan sebagai tempat untuk berkoordinasi dengan banyak pihak.
"Manajemen selalu terbuka untuk berdialog, bahkan kami juga menerima keluh kesah Aremania. Bukan dengan cara merusak rumah kami," kata Komisaris PT AABBI Tatang Dwi Arifianto dalam rilisnya.
Tatang juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas perusak kantor dan menitipkan pesan agar aspirasi dilakukan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.
"Bagi oknum pelaku yang melakukan perusakan dan anarkisme agar tidak timbul fitnah untuk bisa diungkap. Anarkisme dan perusakan bukan karakternya Arema," ucap Tatang.
107 orang ditangkap
Di sisi lain, terdapat 3 korban luka atas kericuhan itu. Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto menyebut satu korban merupakan warga sekitar dan dua lainnya berasal dari pihak Arema FC.
"Informasi, satu warga sekitar dan dua dari pihak Arema FC yang mengalami luka," kata Budi.
Setelah melakukan penelusuran, akhirnya pihak kepolisian mengamankan 107 orang. Menurut Budi, mereka akan dipulangkan jika tak terbukti melakukan perusakan.
"Saat ini terdapat 107 orang yang diamankan diduga berada di TKP saat aksi dan masih dalam pendalaman Polresta Malang kota. Jika tidak ada kaitan dan perbuatan melawan hukum, akan kami pulangkan ke pihak keluarga," ujarnya.
Agar Kota Malang tetap kondusif, Budi juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengamanan di TKP sampai pengusutan terhadap pelaku dinyatakan selesai.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5846 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan