Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Serap Hasil Petani Arak Tradisional, Perbekel di Karangasem Luncurkan Arak Poleng
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setelah dikenal lewat aplikasi Smart Desa, kini Desa Duda Timur kembali melebarkan sayapnya dengan meluncurkan produk arak bali yang dinamai "Arak Poleng".
Peluncuran produk arak tersebut berlangsung hari ini, Rabu (1/2/2023) bertempat di areal Pasraman Mulat Sarira, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
Ada beberapa varian arak poleng yang diluncurkan, yaitu arak salak, arak jaka (enau) dan arak mente hingga arak ental (lontar). Arak-arak tersebut diambil dari sejumlah perajin arak tradisional lokal yang ada di Desa Duda Timur serta beberapa perajin arak tradisional di wilayah Kecamatan Kubu kemudian disuling kembali sebelum akhirnya dikemas menggunakan botol kaca estetik.
Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana mengatakan, diluncurkannya arak poleng disamping untuk membawa nama arak Bali agar lebih dikenal juga atas dasar kondisi perajin arak tradisional khususnya di Desa Duda Timur. Selama ini dengan adanya Pergub Bali tentang destilasi arak Bali cukup disambut gembira oleh perajin hanya saja belum dirasakan langsung oleh perajin.
"Petani arak di Duda Timur ini menjual hasil produksinya masih kepada masyarakat lokal saja, sehingga secara umum belum menyentuh industri pariwisata, ini yang belum karena belum ada standarisasi baik dari sisi kualitas maupun pengemasan, atas kondisi ini petani-petani Arak akhirya dikumpulkan dan di gabungkan menjadi satu wadah yaitu Koperasi dan muncullah nama produk arak poleng, sesuai namanya karena Koperasi ini terdiri banyak petani dan perajin arak, " kata Pawana.
Pawana berharap, Arak Poleng ini nantinya bisa diterima. Pihaknya juga sudah melakukan penjajakan terhadap 20 hotel tentang produk arak Poleng. Beberapa dari mereka sudah mulai ingin mencoba arak poleng.
"Mudah-mudahan bisa berlanjut, sehingga arak poleng nantinya bisa diterima di hotel-hotel," ujarnya.
"Intinya bagaimana hasil petani Arak ini bisa kita serap, kita tidak membangun perusahaan pabrik tapi kita yang ambil hasil arak dari petani, mereka tetap membuat sendiri araknya, jadi arak-arak yang dibuat secara tradisional ini akan kita tampung, kemudian dikembangkan dan dikemas dengan baik," ujar Pawana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2348 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan