Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sebut Isu Penculikan Anak di Bali Hoaks, Polda: Mungkin Jelang Pemilu Ya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto memastikan bahwa isu penculikan anak yang terjadi di Desa Tumbu, Karangasem, Bali adalah hoaks.
Dikatakan, isu tersebut muncul usai pesan berantai berupa rekaman suara yang disebar melalui grup whatsapp pada Kamis (2/2/2023) lalu.
“Jadi dengan adanya informasi terkait penculikan, sementara ini masih isu dan hoaks,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (7/2/2023).
Meski begitu, Satake Bayu tetap mengimbau agar mengantisipasi kasus penculikan anak tersebut. Dia mengharapkan agar lokasi penjemputan anak di sekolah agar dipasangi kamera CCTV
“Di lingkup tempat main anak-anak itu memang lebih bagus ada pemasangan CCTV supaya kita bisa memantau kalau ada orang lain atau pelaku kejahatan itu datang,kita bisa tahu. Terutama di sekolah-sekolah, tempat penjemputan anak bisa dipasang CCTV untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” tutur Satake Bayu.
Pihaknya juga mengharapkan agar para orangtua bisa mengawasi aktivitas anaknya ketika bermain di luar rumah. Selain itu, dia mengimbau orangtua agar tidak memberikan barang yang mencolok seperti perhiasan kepada anaknya agar tidak menarik perhatian.
Sementara itu, untuk menangani kasus penyebaran informasi bohong itu pihaknya sudah melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku. Pihaknya berupaya mencari tahu kebenaran dan maksud dari informasi yang telah disebarkan tersebut.
“Dalam hal ini dari intelijen sudah melakukan deteksi terkait hal itu. Saat ini kita berupaya supaya kita ingin cari tahu kalau kasus itu ada atau tidak. Kita akan melakukan penyelidikan terkait isu penculikan tersebut,” imbuhnya.
Menurut Satake Bayu, mulai maraknya kasus informasi bohong ini bisa jadi disebabkan karena mendekati tahun Pemilu. Menurutnya hal tersebut dilakukan agar membuat situasi lebih panas.
“Mungkin ini kan menjelang Pemilu ya, pasti akan ada suasana yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang membuat suasana panas,” pungkasnya. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan