Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tanda-tanda Alam Saat Tradisi Bau Nyale di Pantai Lombok Selatan Dimulai
BERITABALI.COM, NTB.
Perayaan Bau Nyale (mencari cacing laut) di pulau Lombok bagian selatan sudah dimulai sejak Kamis (9/2). Dan puncaknya Bau Nyale akan dilaksanakan subuh, 10 Februari 2023. Bau Nyale ditetapkan menjadi agenda event pariwisata nasional.
Warga beramai-ramai turun ke laut mencari cacing laut, yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika.
Warga membawa sorok atau jaring alat tangkap nyale (cacing laut). Ada yang membawa sorok dari rumah. Dan ada juga membeli sorok yang dijual di sekitar pantai lokasi Bau Nyale. Menjadi berkah bagi pedagang sorok, panen penjualan.
Nyale yang muncul pada Kamis(9/2) hari berjenis penyamo, atau nyale pembuka. Setelah nyale penyamo, selanjutnya akan datang nyale penetar atau nyale solah (cacing bagus).
Datangnya nyale dengan melihat tanda-tanda alam, seperti hujan yang terus turun belakangan hari.
Sebelum perayaan Bau Nyale dilaksanakan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan Sangkep Warige atau penentuan tanggal Bau Nyale di Desa Adat Ende pada Rabu (11/1/2023) lalu.
Sangkep Warige sendiri merupakan musyawarah yang dilakukan oleh para pemangku adat, budayawan, penghayat budaya Suku Sasak dan pemangku kebijakan untuk menentukan hari baik dalam melakukan sebuah acara.
Budayawan Lombok Raden Tuan H Lalu Muhammad Putria mengatakan, terdapat tujuh tanda alam munculnya nyale. Yakni terdengarnya suara gemuruh dari laut pantai selatan. Hujan angin yang disertai dengan petir yang berlangsung cukup lama bahkan bisa hingga tujuh hari berturut-turut.
Terlihatnya bintang tenggale, bintang pai dan bintang rowot. Tanaman kentalun atau tanaman perdu mulai berbunga. Terdengarnya bunyi tengkereq. Tengkereq ini semacam belalang yang bunyinya sangat nyaring.
Dan tanda lainnya, Rebung sudah tidak bisa tumbuh lagi atau bambu muda sudah tidak bisa naik ke atas.
"Rebung ini oleh masyarakat suku Sasak Lombok dijadikan sebagai sayuran yang bisa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan," jelasnya.
Jamur atau dalam bahasa Sasak disebut tengkung sudah tidak bisa lagi dikonsumsi karena mengandung racun. Jika melihat dari tanda maka akan benar Nyale ini akan bisa ditangkap pada tanggal 10-11 Februari 2023.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun