Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Turki Setop Penyelamatan Korban Gempa Dua Pekan Usai Bencana
BERITABALI.COM, DUNIA.
Turki menghentikan hampir seluruh operasi pencarian dan evakuasi korban gempa dahsyat dua pekan setelah bencana terjadi pada 6 Februari lalu. Kepala Badan Penanganan Bencana Turki, Yunis Sezer, mengatakan saat ini upaya penyelamatan masih berlangsung pada 40 gedung di Provinsi Kahramanmaras dan Hatay.
Hatay merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa. Gubernur Hatay Lutfu Savas mengatakan setidaknya 80 persen bangunan di provinsi itu harus dibangun kembali setelah hancur akibat gempa.
"Kami membutuhkan lebih banyak tenda-tenda darurat. Cuaca dan suhu akan menjadi sangat dingin dalam satu bulan ke depan. Orang-orang takut untuk tinggal di dalam rumah dan bangunan," kata Savas.
Upaya penyelamatan ini dihentikan meski tim SAR masih menemukan sejumlah korban selamat di antara puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa magnitudo 7,7 di pekan kedua pasca-bencana terjadi.
Banyak pihak tercengang lantaran masih cukup banyak korban hilang dan belum ditemukan. Selain itu, beberapa korban selamat juga masih ditemukan setelah sepekan lebih gempa terjadi. Mereka yang selamat bertahan di antara puing-puing bangunan tanpa makanan dan minuman di saat cuaca dingin ekstrem melanda Turki.
Pada Sabtu (18/2), tim SAR menemukan sepasang suami istri dan anaknya berusia 12 tahun setelah 296 jam tertimbun reruntuhan bangunan. Kantor berita Anadolu melaporkan sang anak tak lama meninggal dunia usai dievakuasi.
"Ini peristiwa yang tidak biasa. Secara fundamental, tubuh kita bisa bertahan tetapi banyak yang bergantung pada keberuntungan," kata Profesor Bencana dan Kesehatan University College London, Ilan Kelman, kepada CNN.
"Ada semacam 'hierarki' kebutuhan dalam situasi bertahan hidup seperti itu. Aturan praktisnya adalah tiga menit tanpa oksigen, tiga gari tanpa air, tiga minggu tanpa makanan," katanya.
Hingga kini, tercatat total 46.530 orang meninggal dunia akibat gempa di Turki dan Suriah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan