Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Bukan Rusia, Cina Disebut Jadi Pemegang Kunci Perang Dunia 3
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina disebut memegang kunci Perang Dunia 3 dengan memanfaatkan konflik yang tengah terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Kolumnis New York Times Thomas Friedman memperingatkan pada bahwa Cina dapat mendorong konflik Rusia-Ukraina menjadi "perang dunia sejati".
Dalam Meet the Press NBC, dia menilai Cina ingin perang di Ukraina berkepanjangan karena itu membuat Amerika Serikat (AS) terikat dan membuat stok persenjataan menipis.
Menurutnya, Cina akan "menyukai Rusia yang lemah yang terpaksa bergantung secara ekonomi pada mereka", menambahkan bahwa Cina tidak "menginginkan Rusia yang runtuh".
"Itu adalah sinyal yang sangat buruk bagi Taiwan jika Barat dapat menjatuhkan Rusia. Jadi, saya pikir Cina mungkin khawatir tentang itu. Tapi saya pikir Anda tidak bisa melebih-lebihkan betapa pentingnya jika Cina melakukan itu, maka ini akan menjadi perang dunia yang sebenarnya. Itu memengaruhi setiap pasar global dan kita berada di dunia yang benar-benar baru," katanya, dikutip dari Newsweek, Senin (20/2/2023).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dia memperingatkan mitranya dari Cina tentang "konsekuensi serius" karena mendukung Rusia dalam perangnya melawan Ukraina.
Ketika ditanya bukti apa yang AS miliki untuk membuktikan bahwa Cina sedang mempertimbangkan untuk memberikan bantuan mematikan ke Rusia, Blinken menjawab bahwa Cina seperti bermain dua kaki.
"Cina mencoba mendapatkan keduanya. Secara terbuka mereka menampilkan diri sebagai negara yang berjuang untuk perdamaian di Ukraina, tetapi kami telah melihat selama beberapa bulan terakhir ini, penyediaan bantuan tidak mematikan yang langsung membantu dan mendukung upaya perang Rusia," tuturmya.
Menurutnya, Cina bahkan sangat mempertimbangkan untuk memberikan bantuan mematikan ke Rusia meskipun belum dilakukan hingga saat ini.
Pensiunan Letnan Jenderal Mark Hertling, mantan panglima Angkatan Darat AS Eropa, mengatakan kepada Newsweek bahwa merupakan kepentingan Cina untuk melihat AS terus mendukung Ukraina.
"Sementara AS dan negara-negara barat lainnya memasok senjata, dukungan, dan intelijen dalam perjuangan eksistensial Ukraina untuk mendapatkan kembali kendali atas perbatasan kedaulatan mereka, Cina dapat memperluas jangkauan strategis mereka di banyak wilayah di luar perbatasan mereka sambil terus mengatasi tantangan domestik mereka sendiri," katanya.
Senada, pensiunan Letnan Jenderal Ben Hodges dan juga mantan komandan Angkatan Darat AS Eropa, mengatakan kepada Newsweek makin jelas bahwa Cina secara aktif mendukung Rusia dengan bantuan, meskipun berusaha melakukannya tepat di bawah ambang sanksi.
"Perang di Ukraina tidak terpisah dari ancaman Cina di kawasan Indo-Pasifik. Pertahanan kebebasan dari otokrasi (Rusia, Cina, Iran, Korea Utara) dan pertahanan tatanan internasional berbasis aturan (Piagam PBB) , kedaulatan, kebebasan navigasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia), berjalan melalui Ukraina."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan