Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
PBB Kritik Permukiman Ilegal Israel di Palestina: Rusak Upaya Damai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik permukiman ilegal usai Israel mengesahkan sembilan pemukiman di wilayah pendudukan di Tepi Barat, Palestina, beberapa waktu lalu. Dewan tertinggi di PBB itu menilai tindakan pemerintah Tel Aviv semakin menghalangi upaya perdamaian dengan Palestina.
"Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa melanjutkan pemukiman Israel membahayakan kelangsungan solusi dua negara (dengan Palestina)," pernyataan resmi DK PBB, seperti dikutip AFP, Selasa (21/2).
Menanggapi deklarasi itu, Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour menekankan pernyataan tersebut adalah sikap bulat Dewan Keamanan.
"Kami punya front persatuan. Mengisolasi satu sisi merupakan langkah ke arah yang benar," ujar Mansour.
Namun, Mansour juga menggarisbawahi pesan itu perlu diterjemahkan ke dalam aksi nyata.
Tak seluruhnya anggota DK PBB girang dengan pernyataan itu. Amerika Serikat, misalnya, merasa kecewa dengan deklarasi itu. Sebab, AS merupakan sekutu dekat Israel dan anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto.
Selama ini, AS selalu bersikap menentang atau abstain atas setiap resolusi PBB yang mengecam Israel soal konfliknya dengan Palestina.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam deklasari DK PBB itu dan menyebut dewan tersebut menolak sejarah bangsa Yahudi.
Baca juga:
Banjir di Sao Paulo Brasil Tewaskan 40 Orang
"Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan sepihak yang menyangkal hak warga Yahudi untuk tinggal di tanah air bersejarah kami," ujar Netanyahu dalam pernyataan resmi.
Dia juga mengkritik balik PBB yang dinilai gagal menyebutkan serangan teror Palestina dan menewaskan warga Israel.
"[Pernyataan itu] seharusnya tidak pernah dibuat, dan Amerika Serikat Seharusnya tak pernah bergabung," ujar dia lagi.
Sebelum pertanyaan DKK PBB muncul, Uni Emirat Arab mengajukan resolusi yang meminta Israel untuk segera dan sepenuhnya menghentikan aktivitas pemukiman di wilayah Palestina.
Namun, beberapa sumber mengatakan draf yang berisi kecaman semua upaya aneksasi Israel dibatalkan dan akan diganti dengan pernyataan baru.
"[Rancangan resolusi itu juga agar] Israel segera dan sepenuhnya menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur," kata sumber itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2597 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2246 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan