Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putin Waswas Nuklir NATO Usai Tangguhkan Pembatasan Hulu Ledak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengantisipasi kemampuan senjata nuklir bukan hanya Amerika Serikat, melainkan juga negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) seperti Prancis dan Inggris.
Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara pada Minggu (26/2) usai Rusia menangguhkan perannya dalam perjanjian New START (Strategic Arms Reduction Treaty) awal pekan ini.
"Dalam kondisi saat ini, ketika semua negara NATO telah menyatakan tujuan utama mereka yakni menimbulkan kekalahan strategis pada kami, untuk membuat rakyat kami menderita. Bagaimana mungkin kami tidak mengantisipasi kemampuan nuklir mereka? Selain itu, mereka memasok senjata ke Ukraina senilai puluhan miliar dolar," kata Putin seperti dikutip AP News, Minggu (26/2).
Putin menjelaskan antisipasi itu dilakukan lantaran Prancis dan Inggris, yang bukan bagian dari perjanjian nuklir New START, ikut bergabung bersama AS dalam menargetkan Moskow dengan dalih senjata nuklir.
Dia menyatakan bakal mengambil tindakan "untuk menjaga negara kami (serta) memastikan keamanan dan stabilitas strategis".
Putin sejauh ini tidak menjelaskan antisipasi macam apa yang akan dilakukan Kremlin. Dia hanya mengindikasi bahwa pihaknya terbuka untuk "diskusi mengenai topik ini dari pusat lapangan".
New Start sendiri adalah perjanjian yang mengatur dua persenjataan nuklir terbesar di dunia, yakni AS dan Rusia. Dalam kesepakatan itu, masing-masing negara maksimal mengerahkan 1.550 hulu ledak nuklir.
Perjanjian itu diteken pada 2010 dan diratifikasi pada 2011. Tak lama setelah Presiden AS Joe Biden menjabat, mereka memperpanjang perjanjian selama lima tahun hingga 2026.
Dalam kesempatan itu, Putin juga kembali menuding bahwa negara-negara Barat berniat untuk menghancurkan Rusia. Dia juga menegaskan aksinya di Ukraina yakni demi kelangsungan hidup Rusia.
Menurutnya, invasi yang dilancarkan satu tahun lalu itu guna mengurangi ancaman terhadap keamanan Rusia. Putin pun merasa karena ancaman itu, Moskow berhak untuk berpotensi menggunakan senjata nuklir di Kyiv.
Sementara itu, menanggapi klaim Putin, Presiden AS Joe Biden membantah bahwa negaranya serta negara-negara Eropa berniat menghancurkan Rusia. Biden juga menyebut warga Rusia yang ingin hidup damai bukanlah musuh mereka.
"Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tidak berusaha mengendalikan atau menghancurkan Rusia. Barat tidak berencana menyerang Rusia, seperti yang dikatakan Putin hari ini," kata Biden.
"Dan jutaan warga Rusia yang hanya ingin hidup damai dengan negara tetangga mereka bukanlah musuh," tegas Biden.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan