Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
Kerusuhan Tepi Barat, Pemukim Israel Bakar Rumah-Rumah Warga Palestina
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kerusuhan Tepi Barat, Pemukim Israel Bakar Rumah-Rumah Warga Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kerusuhan di Tepi Barat kian panas setelah para pemukim Israel dilaporkan membakar rumah-rumah warga Palestina sejak akhir pekan lalu.
CNN melaporkan bahwa ketegangan bermula pada Minggu (26/2), beberapa jam setelah dua kakak beradik warga Israel tewas ditembak di Kota Huwara.
Kakak beradik itu ditembak beberapa hari setelah militer Israel menggerebek kawasan tersebut untuk memburu militan. Dalam operasi itu, setidaknya 11 warga Palestina tewas.
Sebagai balasan atas kematian kakak beradik itu, para pemukim Israel menyerbu tempat-tempat tinggal warga Palestina di Tepi Barat. Berdasarkan laporan The Times of Israel, para pemukim membakar rumah-rumah serta mobil-mobil warga Palestina.
Media-media Palestina mengabarkan sekitar 30 rumah dan mobil hangus dibakar. Sejumlah foto dan video menunjukkan asap mengepul di berbagai sudut kota Huwara.
Akibat pembakaran ini, setidaknya 95 orang dirawat karena mengisap gas berbahaya. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan satu orang juga tewas akibat tembakan pemukim Israel dalam kerusuhan di Zatara, di selatan Huwara.
Palang Merah Palestina juga mencatat dua orang lainnya tertembak dan terluka, sementara satu lainnya ditikam, dan satu warga lagi dipukuli dengan tongkat besi.
Secara keseluruhan, Palang Merah Palestina merawat 390 orang yang terluka dalam kerusuhan di Tepi Barat ini. Mereka juga melaporkan bahwa tiga ambulans yang dipakai untuk membawa korban juga diserang.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sudah menahan delapan orang terkait serangan di Huwara tersebut. Beberapa dari antara mereka sudah dibebaskan.
Tentara Israel mengklaim tak ikut campur dalam kerusuhan ini. IDF bahkan mengecam serangan yang dilakukan oleh para pemukim tersebut.
Namun, kerusuhan masih berlanjut hingga Senin (27/2). IDF pun mengerahkan tiga batalion pasukan tambahan ke titik-titik panas di Tepi Barat.
Di hari itu, satu warga Israel yang juga berkebangsaan Amerika Serikat tewas di dekat Jerikho. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, lantas mengecam serangan terhadap warganya itu.
Selain itu, ia juga mengecam serangan yang dilakukan para pemukim Israel terhadap warga Palestina. Ia mendesak agar Israel menindak para pemukim yang melakukan kekerasan tersebut.
"Kami juga mengecam kekerasan diskriminasi skala besar terhadap warga sipil Palestina setelah pembunuhan [kakak beradik Israel] itu. Tindakan-tindakan ini sangat tak bisa diterima," ucap Price, seperti dikutip AFP.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3815 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1485 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1466 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1418 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1316 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun