Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Ternyata Ada Salah Erdogan di Gempa Turki
BERITABALI.COM, DUNIA.
The Trend Garden Residence memiliki pusat kebugaran, kamar-kamar berperabotan baru, serta kafetaria di puncak gedung. Dapat dikatakan ini adalah sebuah gedung apartemen kelas atas di kota Malatya, Turki.
Namun ketika gempa kuat mengguncang kota pada 6 Februari dini hari, gedung tujuh lantai itu hancur dan menewaskan 29 orang. Seorang korban selamat menyebut seolah-olah struktur itu gedung tersebut telah "mencair" sehingga dengan cepat hancur.
Di bawah fasadnya yang berwarna-warni, bangunan itu telah direnovasi secara ekstensif beberapa tahun yang lalu tanpa izin yang diperlukan. Tetapi kemudian didaftarkan berkat amnesti zonasi 2018 yang diumumkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Erdogan pada saat itu mengatakan amnesti, yang pertama kali diberikan kepada pemilik gedung menjelang pemilihannya kembali tahun 2018, ditujukan untuk menyelesaikan konflik antara warga negara dan negara. Ini terkait jutaan bangunan yang dibangun dengan melanggar perencanaan kota.
Namun mereka mengatakan undang-undang amnesti menimbulkan masalah mendasar. Karena telah sembrono dalam bisnis konstruksi di negara yang berada di garis patahan utama dan menghadapi risiko gempa bumi.
Di bawah amnesti, pemilik dapat melegalkan bangunan yang tidak terdaftar dengan mengajukan aplikasi elektronik dan membayar pajak. Panduan terperinci yang dikeluarkan oleh kementerian urbanisasi, yang mengawasi prosesnya, tidak menyebutkan persyaratan untuk penilaian independen tapi undang-undang menetapkan bahwa pemilik bertanggung jawab untuk memastikan bangunannya tahan gempa.
"Hukum itu tidak masuk akal," kata anggota Kamar Insinyur Sipil Turki cabang Malatya, Erol Erdal, mengutip Reuters, Senin (6/3/2023).
Baca juga:
Tabrakan Bus dan Taksi Motor, 10 Orang Tewas
"Pemerintah dan hukum dimaksudkan untuk melindungi orang, bukan membahayakan mereka."
Sekarang, Trend Garden yang hancur menjadi subjek penyelidikan kriminal untuk menentukan tanggung jawab atas keruntuhannya. Kejaksaan setempat telah menangkap setidaknya tiga orang yang terkait dengan gedung tersebut.
Menurut dua pejabat pemerintah yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, tuduhan awal adalah menyebabkan kematian karena kelalaian. Para pejabat mengatakan penyelidikan akan mempertimbangkan semua aspek kehidupan gedung.
Ya, konstruksi yang buruk diyakini berkontribusi pada kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi Turki awal Februari. Lebih dari 230 orang telah ditangkap, termasuk kontraktor bangunan dan pengembang.
Gempa bumi telah menyebabkan lebih dari 50.000 orang tewas di Turki dan Suriah, dan gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut. Trend Garden adalah salah satu dari lebih dari 200.000 bangunan yang menurut otoritas Turki runtuh atau sangat membutuhkan pembongkaran di daerah yang hancur akibat gempa.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8303 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5736 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3585 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2426 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar