Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Polisi: KKB Egianus Kogoya Bunuh Anak Kepala Kampung di Papua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polisi mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya membunuh anak Kepala Kampung Pimbinom, Distrik Kuyugawe, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadani mengatakan peristiwa pembunuhan terjadi pada pekan lalu saat pihaknya tengah menelusuri keberadaan Egianus.
Faizal menyebut pembunuhan tersebut dipicu lantaran Kepala Kampung Pimbinom yang berinisial ST menolak memberikan bantuan bahan makanan kepada kelompok Egianus.
"Kepala kampung berinisial ST tidak bersedia membantu kelompok Egianus Kagoya yang datang ke kampungnya untuk meminta bahan makanan dan akhirnya anak yang berusia 6-8 tahun dengan inisial MT dibunuh oleh Egianus Kagoya sendiri," kata Faizal dalam keterangan tertulis, Minggu (5/3).
Faizal mengklaim pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi mata yang melihat aksi pembunuhan tersebut. Dari keterangan para saksi, kelompok Egianus itu juga terlihat membawa tiga senapan Laras panjang.
"Ada saksi yang kita ambil keterangannya walaupun ada beberapa kendala yakni bahasa, kita coba jembatani bahwa yang melakukan kelompok Egianus Kagoya dan yang menembak adalah EG," ujarnya.
Di sisi lain, Faizal pihaknya juga telah melakukan perluasan lokasi pencarian terhadap Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens yang masih disandera oleh kelompok Egianus.
"Memang saat ini usaha kita sudah perluas pencarian di dua kabupaten yakni Kabupaten Nduga dan Lanny Jaya," ujarnya.
Faizal menegaskan tidak ada batas waktu untuk melakukan pencarian dan penyelamatan warga negara Selandia Baru itu. Ia mengaku mengutamakan pendekatan lunak lewat negosiasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.
"Kita masih berusaha maksimal. Kami terus bertekad untuk berusaha mendapatkan, menemukan dan menyelamatkan pilot Philip Mark," katanya.
Pilot Susi Air, Kapten Philip menjadi disandera oleh OPM sejak 7 Februari lalu. Ia dilaporkan menghilang tak lama setelah kelompok tersebut membakar pesawat Susi Air di Nduga.
Beberapa hari kemudian pemerintah Indonesia mengonfirmasi bahwa Philip disandera OPM. Belakangan, Indonesia sudah mengetahui titik koordinat pilot Susi Air itu
Laksamana Yudo Margono telah menyatakan penyelamatan Philip tidak bisa langsung dilakukan dengan cara operasi militer, namun mesti dengan cara persuasif.
"Kita masih terus laksanakan bersama TNI dan Polri, bahwasanya ini adalah proses penegakan hukum tidak bisa kita langsung laksanakan operasi militer dan tentunya kita tetap mengedepankan penegakan hukum," kata Yudo.
Sementara, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom membantah pernyataan polisi tentang pembunuhan anak Kepala Kampung Pimbinom, Distrik Kuyugawe, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
"Tidak benar itu, itu propaganda murahan oleh TNI polisi. Dan itu termasuk pembohongan nyata oleh militer dan polisi Indonesia di Papua," ujar Sebby.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8292 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5733 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3582 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2424 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar