Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Gubernur NTT Diminta Urus Nasib Guru daripada Ubah Jam Sekolah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gubernur NTT Viktor Laiskodat terus mendapat kritik setelah menerapkan kebijakan jam masuk sekolah pukul 05.30 WITA bagi siswa SMA dan SMK di Kota Kupang.
Salah seorang guru di NTT, Agustina Haga mengatakan Viktor sebaiknya memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer daripada mengubah jam masuk sekolah.
Menurut Agustina, kebijakan jam masuk sekolah tidak memiliki hubungan dengan peningkatan mutu pendidikan ataupun kualitas para siswa.
"Pemprov harusnya mengurus bagaimana memaksimalkan guru untuk memiliki kualitas profesional yang bagus dari pada sibuk mengurus (masuk sekolah) jam 5 (pagi), itu tidak efisien," kata Agustina, Jumat (3/3) sore.
Agustina meminta Viktor meningkatkan kualitas guru-guru hingga mengubah metode pembelajaran di NTT. Menurutnya, menciptakan mutu pendidikan berkualitas tak bisa dilakukan dengan mengubah jam masuk sekolah.
"Untuk mendapatkan mutu pendidikan yang baik, bukan karena waktu bangun jam 5 (pagi)," katanya.
Lebih lanjut, Agustina mengatakan penerapan masuk sekolah sebelum matahari terbit ini juga menimbulkan persoalan baru, yakni kerawanan bagi para siswa perempuan.
"Tadi pagi saya berangkat dan di tengah jalan saya melihat ada seorang siswi dia berangkat itu jam 5 dan itu masih gelap. Nah, kita harus peka. Pertama, rawan bagi seorang anak perempuan," ujarnya.
Untuk itu Agustina mendesak Viktor membatalkan atau mencabut kebijakan penerapan masuk sekolah pukul 05.30 WITA bagi para siswa kelas XII SMA dan SMK.
Ia mengingatkan kebijakan baru ini tak hanya berdampak ke para siswa dan orang tua, tetapi juga ke guru-guru khususnya guru perempuan yang telah memiliki keluarga.
"Saya sebagai guru tapi saya juga sebagai istri, kami juga punya anak. Kita tidak mungkin tinggalkan keluarga hanya untuk mengurus anak bangsa, jangan lupa bahwa keluarga kita juga adalah generasi bangsa ke depan," katanya.
"Contohnya kita yang guru honorer ini, dimana perhatian dari pemerintah. Kita mengajar anak-anak tapi kesejahteraan kita tidak diperhatikan," ujarnya menambahkan.
Sementara Anggota Komisi X DPR, Anita Jacoba Gah mengatakan Viktor seharusnya memperhatikan nasib para guru, terutama guru honorer sebelum membuat kebijakan jam masuk sekolah pukul 05.30 WITA.
"Gurunya dulu dilihat, kesejahteraan guru ditingkatkan dulu dong, ini honorer saja tidak diangkat- angkat, bagaimana kesejahteraan mereka," kata Anita kepada CNNIndonesia.com.
Anita menyebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Viktor harus memperhatikan nasib para guru terlebih dahulu. Selain itu sarana prasarana pendidikan juga harus diperbaiki.
"Bukan dengan menyuruh anak-anak masuk sekolah pada jam 5 pagi," ujarnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan