Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Longsor Besar di Natuna: 30 Meninggal, 24 Masih Hilang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebanyak 30 orang dilaporkan meninggal akibat tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Juru Bicara Tanggap Darurat Patli Muhamad mengatakan berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis (9/3) per pukul 11.50 WIB, sebanyak 30 korban tanah longsor itu telah teridentifikasi.
"Data meninggal 30 orang (30 teridentifikasi)," kata Patli melalui keterangan tertulis.
Sementara, sebanyak 24 orang masih belum ditemukan dan tiga orang dalam kondisi kritis.
Patli menyebut total korban yang mengungsi akibat tanah longsor sebanyak 1.216 orang. Rinciannya yakni 219 orang di PLBN, 215 orang di Puskesmas, 500 orang di Pelimpak dan Mes Alfurqon, serta 22 orang di SMA 1 Serasan.
"Rumah yang tertimbun 30 rumah," ujarnya.
Sebelumnya, tanah longsor menimbun sebuah kampung di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Senin (6/3) siang. Longsor terjadi akibat cuaca ekstrem di wilayah Serasan.
Pemerintah kemudian menetapkan status masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari, menyusul terjadinya bencana tanah longsor di Natuna.
"Status bencana tanggap darurat dengan masa tujuh hari terhitung sejak Senin (6/3)" ujar Patli, Selasa (7/3).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun