Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Marak Penjualan Narkotika Palsu di Gili, Kapolres Minta Korban Melapor
BERITABALI.COM, NTB.
Penjualan narkotika palsu jenis ganja, sabu hingga kokain marak di Gili Trawangan, Meno dan Air.
Terungkapnya penjualan narkotika palsu ini setelah beberapa waktu lalu Sat Resnarkoba Polres Lombok Utara mengamankan seorang berinisial A warga Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang. Pelaku ini diamankan atas dugaan penjualan narkotika jenis kokain.
Baca juga:
Pengedar Narkoba di Mengwi Diringkus
“Sebelumnya kita sering mendengar bahwa di Gili itu sering ada penjualan kokain. Kita berusaha ungkap dan mendapati pelaku bersama barang bukti diduga kokain pada pekan lalu. Namun setelah di tes lab kemarin hasilnya keluar ternyata negatif,” kata Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta, Sabtu (11/3).
Barang yang diduga kokain tersebut kata Sudarmanta ternyata adalah panadol yang telah ditumbuk. Pihaknya pun tidak bisa memproses hukum pelaku A.
“Kita tidak bisa proses hukum karena barang tersebut tidak masuk bahan narkotika,” ucapnya, dikutip radar lombok.
Kasat Resnarkoba Polres Lombok Utara, Iptu I Ketut Artana mengatakan bahwa pihaknya bukan kali ini saja menemukan kasus pemalsuan bahan narkotika. Sebelumnya ia juga pernah mengamankan pelaku yang diduga sebagai penjual ganja. Tetapi setelah dites barang bukti yang disita dari pelaku ternyata daun senggepur.
“Ada juga yang jual sabu tetapi ternyata itu tepung beras bahkan plamir,” ucapnya.
Para pelaku ini pakai sistem tembak lari. Mereka menawarkan ke tamu yang rata-rata warga negara asing (WNA) bahwa itu ganja atau kokain. Begitu dibeli mereka langsung pergi.
“Kalau tamu yang pintar biasanya dites dulu tetapi ada juga yang langsung beli dan ketipu,” bebernya.
Artana menjelaskan bahwa untuk bisa memproses pelaku atas kasus pidana penipuan itu syaratnya harus ada korban yang melapor.
“Makanya saat ini nunggu apakah ada korban yang melapor. Kalau ada yang datang melaporkan bahwa kena tipu saat beli narkotika kan bagus juga. Makanya kami buka pintu selebar-lebarnya,” ucapnya sembari berkelakar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5865 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4609 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2578 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2219 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2200 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan