Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Pasar Pagi dan Pasar Tumpah Sukawati Semrawut, Jualan di Badan Jalan dan Trotoar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Keberadaan pasar pagi dan pasar tumpah di Desa Sukawati yang semrawut membuat tim gabungan turun tangan. Tim yang terdiri dari kepolisian hingga jajaran Pemda Gianyar melakukan penertiban terhadap pedagang membandel.
Pasar yang disasar, diantaranya pasar Mudita, Pasar Gelulung, Pasar Dlodtangluk, dan Pasar Babakan. Pedagang disana jualan sampai ke trotoar dan ke badan jalan.
Kapolsek Sukawati Kompol Decky Hendra Wijaya, menyatakan pedagang yang jualan di trotoar dan di badan jalan melabrak Perda Kab. Gianyar No. 15 Tahun 2015.
“Perda tentang Ketertiban Umun dan ketentraman Masyarakat oleh tim Pemerintah Kabupaten Gianyar,” jelasnya di sela-sela penertiban.
Petugas juga memberikan sosialisasi terhadap para pedagang pasar tumpah agar tidak mengunakan badan jalan dan trotoar untuk berjualan.
“Dari pemerintah Daerah menginginkan bagaimana para pedagang yang berjualan di fasilitas umum agar berpindah ke pasar tenten 2 Sukawati di banjar Gelumpang,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra ikut dalam penertiban itu. “Akan disiapkan 44 personel Satpol PP yang akan bertugas menertibkan para pedagang yang mengunakan pasilitas umum. Setelah hari raya nyepi apabila masih ada yang membandel / melanggar akan di tindak tegas berupa pembongkaran lapak,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7805 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan