Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putin Mau Kirim Senjata Nuklir, Ukraina Desak Rapat Darurat DKK PBB
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat untuk merespons rencana Presiden Vladimir Putin mengerahkan senjata nuklir taktis Rusia ke Belarus.
"Ukraina mengharapkan tindakan efektif untuk menangkal ancaman nuklir Kremlin dari Inggris, China, Amerika Serikat, dan Prancis," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina, Minggu (26/3).
Pernyataan itu berlanjut, "Kami menyerukan pertemuan luar biasa Dewan Keamanan PBB segera diadakan untuk masalah ini."
Seruan ini diutarakan setelah Putin pada Sabtu (25/3) mengumumkan bahwa dia berencana mengerahkan senjata nuklir taktis ke Belarus, yang merupakan negara tetangga Ukraina.
Menurut Putin, negara Barat khususnya AS sudah melakukan hal serupa selama puluhan tahun di pangkalan-pangkalan di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.
Putin pun menganggap tak aneh jika Rusia turut mengerahkan senjata nuklir ke wilayah Belarus, yang selama ini dikenal sebagai sekutu Kremlin.
"AS sudah melakukan ini selama berpuluh tahun. Mereka sudah lama mengerahkan senjata nuklir taktis mereka di wilayah sekutu mereka," ucap Putin.
Merespons, Kemlu Ukraina menilai bahwa Rusia melanggar kewajibannya dalam perjanjian non-proliferasi. Kyiv menuding Moskow merusak "arsitektur perlucutan senjata nuklir dan sistem keamanan internasional secara umum."
Tak hanya Ukraina, sederet pihak lain juga menentang rencana Putin tersebut. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan pihaknya siap menjatuhkan sanksi baru atas Belarus jika mau menampung senjata nuklir Rusia.
"Belarus yang menjadi tuan rumah senjata nuklir Rusia dapat diartikan sebagai eskalasi dan ancaman tidak bertanggung jawab terhadap keamanan Eropa. Belarus masih bisa menghentikannya. Itu pilihan mereka," kata Borrell di Twitter.
Hingga saat ini, Belarus belum merilis konfirmasi terkait rencana Putin. Namun, Putin mengatakan bahwa dia sudah bicara dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan mereka sepakat "melakukan hal yang sama."
Rusia pun menyatakan siap mempersenjatai 10 pesawat Belarus dengan senjata nuklir. Kremlin bakal mulai melatih kru pesawat pada 3 April mendatang.
Rusia juga mengungkap pembangunan fasilitas penyimpanan khusus untuk menampung senjata nuklir taktis direncanakan rampung pada 1 Juli.
Menanggapi rencana Putin, aliansi pertahanan NATO mengecam keras dengan menyebut wacana itu berbahaya.
"Retorika nuklir Rusia berbahaya dan tak bertanggung jawab. NATO waspada dan kami memantau ketat situasi," ujar juru bicara NATO, Oana Lungescu.
Meski demikian, Lungescu mengatakan negara-negara anggota NATO belum "melihat perubahan apa pun dari postur nuklir Rusia yang membuat kami harus menyesuaikan tindakan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan