Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Gonjang-Ganjing Perang Nuklir, Rusia Ancam Hancurkan AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ancaman kini muncul lagi dari Rusia ke Amerika Serikat (AS). Melansir Aljazeera, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia memperingatkan bahwa negaranya memiliki senjata untuk menghancurkan musuh mana pun, termasuk AS, jika keberadaannya sendiri terancam.
"Politisi Amerika yang terjebak oleh propaganda mereka sendiri," kata Nikolai Patrushev dikutip Selasa (28/3/2023).
"Tetap yakin bahwa jika terjadi konflik langsung dengan Rusia, AS mampu meluncurkan serangan rudal preventif, setelah itu Rusia tidak dapat lagi merespons," lanjutnya.
"Padahal, ini kebodohan yang picik dan sangat berbahaya."
Ia mengatakan selama ini Rusia hanya sabar. Kremlin, tegasnya, tak mau terintimidasi.
"Rusia sabar dan tidak mengintimidasi siapa pun dengan keunggulan militernya, tetapi (memang) memiliki senjata modern dan unik yang mampu menghancurkan musuh mana pun, termasuk Amerika Serikat, jika ada ancaman terhadap keberadaannya," tambah Patrushev lagi.
Hal sama juga dimuat Newsweek. Namun, tidak jelas 'senjata unik modern' apa yang mungkin dirujuk Patrushev dalam komentarnya.
Diketahui komentar Patrushev muncul setelah Putin mengumumkan bahwa Rusia akan mulai menyimpan senjata nuklir di Belarus. Ini adalah yang pertama kalinya dilakukan Rusia sejak 1990-an.
Putin mengklaim bahwa langkah itu sebagai tanggapan atas Inggris yang memasok Ukraina dengan peluru penembus lapis baja yang mengandung depleted uranium. Ia menyebut depleted uranium sebagai senjata dengan 'komponen nuklir' dan 'eskalasi signifikan'.
Depleted uranium bisa menembus baja bahkan terkuat seperti tank AS sekalipun. Namun penggunaannya sangat kontroversial karena sangat beracun untuk wilayah setempat.
Sementara itu, retorika konfrontatif Rusia telah meningkat setelah serangan ke Ukraina tahun lalu. Konflik itu menyebabkan AS, dan sekutu Barat lainnya, menyediakan bantuan militer ke Ukraina dan berjanji untuk menegakkan perjanjian pertahanan mereka jika Rusia menyerang negara sekutu NATO.
Pejabat dan pakar Rusia, sebaliknya, telah berulang kali mengemukakan kemungkinan serangan terhadap AS jika Washington mengancam negara mereka dengan cara tertentu.
Perang Rusia-Ukraina dimulai saat pasukan Moskow menyerang Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu. Putin beralasan bahwa serangan ini dilatarbelakangi niatan Kyiv untuk bergabung dengan NATO, yang menjadi salah satu ancaman bagi negaranya.
Selain itu, Putin berniat untuk mengambil wilayah Donetsk dan Luhansk yang sebelumnya dikendalikan Ukraina dan juga mempertahankan wilayah Krimea yang telah dianekasasi sejak 2014. Ini untuk membebaskan masyarakat etnis Rusia yang disebutnya mengalami persekusi dari kelompok ultra nasionalis Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7881 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan