Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Wanita Korban Penusukan di Karangasem Dirujuk ke RSUP Sanglah, Motif Masih Diselidiki
bbn/ilustrasi/Wanita Korban Penusukan di Karangasem Dirujuk ke RSUP Sanglah, Motif Masih Diselidiki.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait motif dibalik kasus penusukan seorang perempuan inisial NNC (25) yang terjadi pada Kamis (23/3/2023) lalu di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem.
Kapolsek Kubu, AKP. Ida Bagus Astawa dikonfirmasi soal perkembangan kasus tersebut, Rabu (29/3/2023) mengatakan bahwa kasus penusukan dengan pelaku seorang laki-laki inisial INK (55) masih dalam proses penyelidikan.
Pihak kepolisian belum bisa mastikan apa sebenarnya motif pelaku tega menusuk korban yang merupakan tetangganya sendiri, lantaran saat ini korban belum bisa dimintai keterangan mengingat kondisinya yang masih mendapat perawatan bahkan telah dirujuk ke RSUP Sanglah.
"Sudah diproses sidik, korban belum bisa dimintai keterangan masih dirawat di RSUP Sanglah," ujar Astawa.
Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun, aksi penusukan terjadi di dekat rumahnya korban. Korban mengalami beberapa luka pada bagian dada hingga tangannya.
Korban diketahui sempat mendapat perawatan di RSUD Karangasem, kemungkinan dengan luka yang dialami, korban membutuhkan perawatan yang lebih intensif sehingga akhirnya dirujuk menuju RSUP Sanglah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 342 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 273 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 218 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun