Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Modus Pura-pura Nginap di Hotel, Pelaku Gondol HP Korban Lewat Pintu Belakang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Imam Muarifin (35) pusing tujuh keliling karena terlibat pinjaman online (pinjol) sebesar Rp 3 juta. Sehingga timbul niat jahatnya untuk mencari uang dengan cara tidak halal.
Pria asal Sragen, Jawa Timur ini berpura-pura menginap di Hotel dan janjian bertemu korban untuk membeli Iphone 14 Pro Max seharga Rp 29,5 juta. Namun, setelah Iphone diserahkan oleh korban, Imam kabur lewat pintu belakang hotel.
Aksi penipuan ini terjadi pada Minggu 5 Maret 2023 sekitar pukul 12.00 WITA. Pelaku Imam berkenalan dengan korban Novi Aulia Fransiska selaku pemilik Toko Aimudin Store lewat aplikasi Marketpalace di Facebook.
"Sehari sebelumnya, mereka sudah janjian akan bertemu di Hotel Ohana karena pelaku mengaku menginap disana," ujar Kapolsek Kuta Kompol Yogie Pramagita SH, SIK, MH, didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, pada Kamis 30 Maret 2023.
Korban kemudian mendatangi Hotel Ohana yang terletak di Jalan Kubuanyar nomor 20, Kuta. Setelah bertemu dan berbincang-bincang, korban menyerahkan Iphone warna gold tersebut ke pelaku. Pelaku mengambil Iphone tersebut dan mengatakan akan mengambil uang ke kamar hotel.
"Korban percaya karena pelaku mengaku menginap di hotel Ohana. Ia menunggu pelaku mengambil uang," ungkapnya.
Namun setelah ditunggu-tunggu selama 2 jam, pelaku tak kembali. Korban menanyakan ke pihak hotel, dan ternyata pelaku tidak menginap disana. Merasa ditipu, korban melaporkan kejadian ke Polsek Kuta, pada Senin 20 Maret 2023 dengan kerugian Rp29.5 juta.
Hasil lidik, Polisi membekuk Imam saat sedang menggadai ponsel curian tersebut di Pusat Gadai di Jalan Teuku Umar Denpasar pada Sabtu 25 Maret 2023. Diinterogasi, pelaku Imam menggadai Iphone korban sebesar Rp 17.200 juta. Tapi, ia menerima uang hasil gadai sebesar Rp 15 juta, sebab dipotong administrasi sebesar Rp 2.2 juta.
"Pelaku mengaku uang hasil gadai HP tersebut sebesar Rp 15.000.000,- sudah habis digunakan untuk keperluan sehari-hari," ujarnya.
Dijelaskan pelaku uang tersebut digunakan untuk membayar pinjaman online (pinjol) senilai Rp 3 juta selebihnya untuk bayar utang.
"Ngakunya untuk bayar pinjol dan bayar hutang lainnya," tegasnya.
Akibat perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3845 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 721 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun